Senin, 17 Februari 2014

Sayur Besan (Betawi)



Aku yakin masih banyak yang belum mengenal sayur ini. Namanya sayur besan, sayur khas dari Betawi. Kenapa disebut besan? karena memang munculnya hanya pada saat saat khusus seperti kawinan. Nah sayur inilah yang disuguhkan oleh pihak pengantin wanita kepada pihak pengantin pria atau besannya. Biasanya disajikan bersama gabus pucung.

Tapi yang bikin unik adalah bahan dasar sayur ini yaitu terubuk atau bunga tebu. Beberapa daerah di Indonesia memiliki nama yang berbeda untuk tanaman ini. Seperti telur tebu, ndok tebu, kelobot atau terubus. Beberapa negara di luar Indonesia menyebutnya sugar cane blossom. Tanamannya memang menyerupai tebu tapi dengan batang yang lebih kecil. Nah bunga tebu ini muncul pada ketiak daunnya pada musim musim tertentu seperti musim hujan. 

Rasanya menurutku seperti jagung muda atau keputren. Aromanya mirip dengan tekstur yang lebih halus. Supaya tau rasanya ya harus dicoba sendiri lah yaaaa...hehe. Aku juga lagi beruntung kok bisa ketemu ini di pasar subuh. Biasanya nggak pernah lihat. Mungkin ya karena musiman tadi itu.



Bahan : 
- 10 buah bunga tebu
- 2 buah kentang, potong dadu
- 1 papan petai
- 1000 ml santan
- 2 batang sereh, geprek
- 3 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk purut
- 1 ibu jari lengkuas, geprek
- 1 sdt gula pasir
- 3 sdm minyak untuk menumis bumbu

Bumbu halus :
- 4 buah cabe merah
- 7 buah bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 butir kemiri, sangrai
- 2 cm kunyit
- 2 cm jahe
- 1 sdt ketumbar sangrai
- 1/2 sdt merica
- 1 sdt ebi, cuci lalu sangrai
- garam secukupnya

Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus, sereh, lengkuas, daun salam dan daun jeruk sampai wangi. 
  2. Tambahkan santan. Masukkan telur tebu, pete dan kentang. Tambahkan gula. Cicipi apabila ada yang kurang. Masak sampai matang sambil sesekali diaduk. 
  3. Angkat. Sayur siap disajikan dengan taburan bawang goreng.


Penampakan bunga tebu...yang digunakan adalah bagian lembut di dalam kulit yang seperti sereh ini.



10 komentar:

Nisa-mom mengatakan...

menarik resep nya mba, disebut2 gabus pucung.. jadi kangen masakan ibu ku... :(

Anonim mengatakan...

mba kalo d tempatku papua, namax sayur lilin, biasa di jual di pasar masih lengkap dengan daunnya, hargax jg limayan mahal, seikat 20.000. Biasax d masak santan gt trus di campur ikan tongkol ato tuna asap, walo bumbux minimanis rasax enak banget....

Nurhikmah Ayin mengatakan...

Ya Ampun Mbak Hesti...
Aku aja anak betawi asli Gak tau ada sayur kaya ginian...

Hihihihi

Lina IbunyaAzRaf mengatakan...

Rasanya gmn tu mba...? D kampung sini banyak kebun tebu, tp ga umum utk d konsumsi bunganya mba... aku aja br tau... hehehe...:D

Krenyes2 kali yah....?

Hesti HH. mengatakan...

Hoooh mbak Fitri orang Betawi yaa???

Hesti HH. mengatakan...

Iya mbak, di sini jg namanya sayur lilin kata penjualnya ^^
Saya beli isi sekitar 20 biji harganya 10rb. Kayaknya enak dgn tambahan tongkol ya...wanginya itu lho *ngecesss*

Hesti HH. mengatakan...

Hihihi...iya mbak ada jg gunanya suka google yaaaa...hehehe jd tau sayur daerah lain ^^

Hesti HH. mengatakan...

Bukan tebu yang biasa dijadiin gula mbak. Sejenis tebu tp beda.
Rasanya nggak seperti jagung putren...beda juga. Nggak krenyes2 susah gambarinnya. Harus dicoba sendiri yaaaa

lala poh mengatakan...

ko ga boleh di copy .. kenapa ??? biar aku bisa masak dirumah nih mba

Hesti HH. mengatakan...

Bukan gak boleh mbak, tapi kemarin marin banyak yang bikin blog lalu ngambil isi blogku dipindah semua ke blognya. Bukan hanya satu...ada beberapa blog. habis itu mereka pasang iklan gak senonoh buat cari duit...

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails