Senin, 08 Oktober 2012

Mini Pavlova with Wild Berries






Sudah beberapa kali bikin mereng...tapi yang plain saja. Biasanya sih untuk memanfaatkan sisa putih telur. Palingan dikasih warna dikit biar menarik. Nah kali ini aku tertarik bikin pavlova ini karena kebetulan kemarin dapat banyak buah berry liar sewaktu acara jogging pagi bareng hubby ^^ . Yang hitam kemerahan itu kalo gak salah suriname cherry alias kalo di Indo namanya cireme belanda. Yang hitam itu mulberry dan yang merah kecil itu gak tau apa namanya...yang jelas edible kok. Buktinya aku dah berapa kali coba dan nggak keracunan....hwaaaa gawaaaatt!! Malah semuanya kaya kandungan antioksidan dan vitamin. Banyak kasiatnya tuk kesehatan.


Yang di atas adalah ceremai belanda. Sedangkan yang di bawah buah mulberry dan yang kecil merah satu gak tau apa namanya...




Kalau dimakan gitu aja buahnya agak asem ya. Tapi ketika dicampur dengan mereng yang manis dan yogurt yang agak asam dan creamy...rasanya jadi seimbang. Pas sekali pokoknya...gak nyangka bisa bikin pavlova dengan topping berry. Secara di sini gak ada yang jual berri berrian. Palingan juga strawberry...itupun syukur syukur kalo ada. Biasanya juga berbulan bulan gak ada.

Bahan :
- 2 putih telur
- 120 gr gula halus
- 1/8 sdt garam
- 1 sdt maizena
- 1/4 sdt vanila bubuk

Topping :
- yogurt
- buah segar

Cara membuat :
  1. Dalam wadah yang bersih, kocok putih telur sampai berbusa sekitar 1 menit.
  2. Tambahkan gula sedikit demi sedikit sambil dikocok terus dengan kecepatan tinggi sampai soft peak atau jambul petruk. 
  3. Sambil terus dikocok, tambahkan maizena dan vanili. Matikan mixer.
  4. Sendokkan adonan dalam loyang beralas silpat. Buat space di tengahnya untuk isian.
  5. Panggang dengan panas oven 250F sekitar 25 menit. Matikan api dan biarkan pintu oven terbuka selama sekitar 30 menit.
  6. Angkat pavlova dan biarkan dingin. Sajikan dengan krim atau yogurt favorit dan buah buahan. Kalau mau di simpan, simpan dalam wadah tertutup.



30 komentar:

Food and story mengatakan...

cantik kali itu pavlova Hesti, asyik juga kalo banyak buah liar yg menyehatkan :).

Hesti HH. mengatakan...

Makasih mbak Asri,

Iya...alhamdulillah mbak. Gak ada blueberry...mulberry pun jadi hehe ^^

analisa ummu abel mengatakan...

asik banget ya mba, jogging dpt buah lucu2 gt... di sini mah ga ada pohon... hadeehhh...

ila mengatakan...

klo di tempat saya namanya cherry suriname, mulbery itu namanya besaran biasanya daunnya untuk pakan ulat sutra.. jadi inget masa kecil di Blitar, Jatim..

Kreasi Marie mengatakan...

Yuuk mampir ke http://www.kreasimarie.com/ atau ke http://www.facebook.com/MarieBerkreasi untuk resep kreasi lainnya :)

Hesti HH. mengatakan...

Iya alhamdulillah mbak, keuntungan tinggal di hutan gitu ^^. Kalau di sana tandus ya...

Hesti HH. mengatakan...

Iya mba beneeerr...daun mulberry makanannya ulat sutra. Tapi untung kemarin waktu nemu gak ada ulatnya sama sekali...hiiiiyyy geli kalo ketemu!

Rima mengatakan...

Cantik sekali .. lama tak buat pavlova.. am looking around what to bake for my dessert table.. definately pavlova enggak boleh cos its gonna be an outdoor affair

acha wahyudi mengatakan...

Seringkali sy berkunjung ke beberapa food blog..Namun sejak jumpa dengan blognya Mba Hesti, sy selalu ingin kembali ke sini..it's like Dejavu ya ...Salam kenal Mba..sy Ibu dari 5 anak yang mengagumkan, tinggal di Sentul City (antara Jakarta Bogor), I love cooking, everything about art,and photography of course. beberapa kali berkunjung ke makassar..tanah kelahiran ayah saya..btw terima kasih dan maaf baru menyapa sekarang, padahal sy sdh mencoba beberapa resep Mba Hesti yang hasilnya nyamie...Semangat dan kreatifitas Mba mengobarkan keinginan untuk mencoba resep2 baru...apalagi paplova cantik yang menggetarkan jiwa ini..can't wait to your next creation...salam

analisa ummu abel mengatakan...

iya mba, yg banyak cm pohon kurma ^^

Nisa's Mom mengatakan...

cantik nya itu pavlova. Wah, sehat bener jadi nya donk mba.. double sehat, setelah jogging bisa petik buah2 :)

Hesti HH. mengatakan...

Kalau pavlova pastilah meleleh kan kak ^^

Hesti HH. mengatakan...

Aaaww...makasih Mbak Acha apresiasinya. Senang ketemu teman baru yang mempunyai hobby sama. Salam buat keluarga ya mbak ^^

Hesti HH. mengatakan...

Hihi iya alhamdulillah mbak. Begitulah hikmah hidup di hutan ^^

Anonim mengatakan...

mba, maaf 250F itu brp celcius ya? trus itu beneran panggang 25 menit? rata rata yang saya baca pavlova di panggang sampe 2 jam, kalo punya mba beneran 25 menit, saya ikut resep mba aja, hehehehe, maksih ya

Hesti HH. mengatakan...

125 C mbak. Panas oven beda beda mbak jadi bisa tambah atau kurang dikit. Tapi yang resep ini memang segitu panasnya. Dia kan memang nggak sekeras meringue...

Liena Sagieta mengatakan...

mbak maaf, sewaktu aku nyari resep pavlova kok ada gambar yang sama, makanya coba saya posting kesini, sepertinya ada yang mencoba mencuri gambar deh mbak, ini linknya http://masakan.asia/resep-kue/resep-kue-pavlova-enak-dan-lezat/
Btw, keep sharing resepnya yaa mbak :), inspiratif :)

Hesti HH. mengatakan...

Waaaa...itu emang punyaku...makasih banyak infonya ya mbak. Jangan khawatir mbak, walaupun banyak yg suka ngambil gambar daku tidak bergeming..hehehehe

afroha wiyanti mengatakan...

Mbak,posting resep ombre cake dong!suka deh sama resep2nya mbak hesti..inovatif bingit..hehe

Hesti HH. mengatakan...

Sudah pernah bikin sekali mbak tp gak diposting karena penampakannya belum memuaskan...lain kali ya insyaAllah ^^

afroha wiyanti mengatakan...

Ok deh;)mbak hesti..q tunggu postingannya..

afroha wiyanti mengatakan...

Jd pngen nyoba bkin pavlova sm macaroon nya ala mbak hesti bwt ultah anak q ntr..hehe

kuki beiby mengatakan...

Mba hesti, klo pavlova itu disimpannya gimana? Hrs masuk kulkas gt ga? Tahan brp hari ya?

kuki beiby mengatakan...

Mba hesti, klo pavlova itu disimpannya gimana? Hrs masuk kulkas gt ga? Tahan brp hari ya?

Hesti HH. mengatakan...

Sebaiknya masuk wadah kedap udara mbak. Itupun jg tetep gak bisa lama lama. Kalau masuk kulkas malah lembab jadinya. Kalau tahannya sih lama mbak karena gula kan pengawet alami. Yang penting masih renyah.

Maria Magdalena Yuliany mengatakan...

Kalo ga pnu silpat pake ap donk mba?lalu harus disimpan d wadah kedap udara ka?...kali simpan di suhu ruang semalaman bole?

Anonim mengatakan...

Halo mba Hesti.... salam kenal. Aku Anggi...
Mau tanya, untuk mengetahui pavlovanya sudah matang atau belum gimana ya? Soalnya tiap oven kan beda... takutnya di oven mb. Hesti dipanggang selama 25 menit sudah matang... tapi di oven ak blm matang.
Trus pavlova ini manisnya manis bgt ga ya?
Makasih

Hesti HH. mengatakan...

@Maria : pake kertas roti bisa mbak.... iya begitu hilang panasnya harus langsung masuk tempat kedap udara. Kalau lmpem bisa dipanaskan kembali. Kalau di suhu ruang dan di iklim kita yang lembab biasanya dah melempem atau leleh mba

@Anggi : tandanya matang warna sudah berubah jadi putih agak kecoklatan, ringan ketika disentuh dan renyah ketika dingin. Ini manis mbak tapi anak anak saya suka banget

An Nisa Maharani mengatakan...

mbak hesti saya udah coba pavlovanya. pas dipanggang naik/ngembang gitu mbak mulus lagi. kok pas dimatiin apinya dia kempes ya? trs permukaannya ga mulus lg mbak. kira2 knp ya? makasih mbak

Hesti HH. mengatakan...

Artinya kurang kering mba. Kadang panas oven itu beda beda settingannya tergantung merk dan jenisnya. Artinya perlu ditambah waktu pnggangnya mba. Supaya gak cokelat dikecilin apinya.

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails