Minggu, 14 Oktober 2012

Low Fat Chocolate Lover's Brownies


Kemarin ketika baca baca majalah 'Healthy Home Cooking' mataku langsung sama tertuju sama judul resep yang menarik. Di situ tertulis 'low fat' brownies for chocolate lover...segera kusimak resepnya baik baik. Super easy kayaknya, nggak pake mixer, tinggal aduk dan campur semua, oven sebentar langsung jadi. Adakah alasan tuk tidak membuatnya?? definitely not. Udah simpel...sehat lagi. Segera aku siapkan bahan dan bikin. Kebetulan masih ada sisa putih telur. Gak sampe sejam udah matang dan langsung bersarang di perut kami sekeluarga *grin. Enak...gak nyangka deh pokoknya. Nggak pake ribet dapat brownies dengan tekstur dense dan moist. Tapi ada satu kekurangannya. Kalau makan ini...jangan langsung beranjak keluar rumah tanpa lihat cermin yaaaaa...soale cakenya tipe dense dan kalau dimakan nempel semua di gigi, hiiiiyyyy....!! dipotong potong aja, agak nempel di pisau. Apa karena motongnya gak tunggu dingin ya? Aku baca baik baik lagi resepnya. Hahh?? ternyata tertulis cool completely baru dipotong. Hihi...soalnya kita udah gak sabaran pingin tau rasanya. Untungnya dah aku sisihkan dikit buat bekal anak anak besok ^^








Berikut resep asli dari Healthy Home Cooking ya...


Bahan : 
- 1 cup gula pasir 
- 170 gr yogurt
- 2 sdm minyak canola
- 2 sdt vanilla (aku pakai 1 batang vanila bean)
- 2 putih telur
- ¾ cup terigu protein sedang
- ½ cup coklat bubuk
- ½ sdt garam


Cara membuat :
  1. Panaskan oven 180C atau 350F. Olesi loyang 18x18 cm dengan butter dan taburi tepung terigu (aku pakai yang 20 cm makanya agak tipis)
  2. Dalam wadah, campur gula, yogurt, minyak, garam, vanila dan putih telur. Aduk rata menggunakan whisk.
  3. Tambahkan tepung terigu dan cokelat bubuk yang sudah diayak. Aduk rata. Tuamg dalam loyang.
  4. Panggang selama sekitar 25 menit atau ketika ditusuk sudah tidak lengket lagi.
  5. Angkat, biarkan benar benar dingin baru dipotong. Beri ayakan gula.


Catatan : resepnya menyarankan menggunakan vanila extract kualitas baik/asli untuk mendapatkan rasa yang enak. Karena kalau menggunakan perasa vanili biasanya akan terasa sedikit pahit after tastenya.

27 komentar:

florence dadur mengatakan...

Dear Mba Hesti,
Mau tanya ya, ukuran 1 cup = 1 gelas ga mba? Atau memang ada ukuran cup yg dimaksud. Kl ada resep pakai cup, suka bingung euy *maafkeun br belajar buat kue nih*

Anonim mengatakan...

Halo Hesti, saya sgt menyukai blog anda , it.s like a baking/cooking dictionary for me, nice pics, well arranged and clear information about cooking step by step. I've tried maybe 5-6 of your recipes , and more to try next.i have your blog booked marked on my laptop.and never feel bored to check it out everyday.thank you for your kind effort.lia

Haya Najma mengatakan...

yogurt plan ya bu?

Hesti HH. mengatakan...

Iya, asalkan gelasnya bukan yang besar sekali. Kalau tidak punya cup metrik (gelas ukur)saya biasa pakai cangkir teh, bukan mug. Kalau diukur ml 250 ml. Kalau cup dan sendok metrik banyak dijual di mall. Ada yang plastik ada juga yang besi.

Hesti HH. mengatakan...

Terima kasih juga mbak Lia atas apresiasinya. Semoga semua resep yang dicoba memuaskan ^^.

Hesti HH. mengatakan...

Iya mbak. Aslinya sih yogurt vanilla tapi di sini gak ada ^^

MaMiko mengatakan...

Halo mbak:)
Salam kenal!
Saya sambil ngelonin anakku brosing2 ehh.. Nyasar kesini.
Nyasar yg menyenangkan hihiii
Blognya ok bgt! Salut!
Saya ga diet cm suka bgt sama makanan2 yg lean.. Kapan2 tak coba ya resepmu.. Tar ku link balik kesini. Trims yaaaa

Ira Rodrigues mengatakan...

aku belum prnh bikin yang low fat hes, perlu dicoba nih :)

dita rachmah mengatakan...

Assalamualaykum mbak hesti..
Saya senang sekali blog walking ke blognya mbak hesti, hmmm so inspiring, saya sekalian ijin copas semua resep-resepnya ya.. Mau dipraktekin jangan khawatir trade mark nya ga pernah dilupain kok... Selalu saya sertakan di blog saya.
Salam kenal ya mbak.. Before n after thanks for share all recipe

Hesti HH. mengatakan...

Segeraaaa mbak, uenaaak!!

Hesti HH. mengatakan...

Waalaikumsalam,

Salam kenal mbak Dita,
Makasih ya udah mampir dan ninggalin komen manis. Silahkan dicopas mbak ^^

meilya dwiyanti mengatakan...

Mbaaak, salam kenal yaaa.. haduuuhh ngencessss liat makanan makanann inii... ijin follow ya mbaaak (biar gampang kalo lagi nyari reseep...)

semoga mbak sehat teruss... dan ilmunya bermanfaat buat semua.... amiinnn

florence dadur mengatakan...

Makasih infonya mba. Nanya lagi ya, vanilla bean biasa dijual di mana ya mba?

Hesti HH. mengatakan...

Dijual online bisa cek di organicindonesianvanilla.blogspot.com/2010/06/local-customer-order.html

Hesti HH. mengatakan...

Salam kenal juga Mbak Meilya,

Sikahkan mbak...makasih juga doanya ya, amin amin ^^

ila mengatakan...

mbak Hesti kok lama ga update.. semoga cuma sibuk aja hehehhe.. yang pertama dilihat klo buka internet adalah blog mbak Hesti..

Anonim mengatakan...

Halo Mba Hesti, Terimakasih untuk share brownies sehatnya. sayaiIngin tanya,apakah kulit vanilla bean juga bisa ikut dihaluskan dan dimanfaatkan untuk baking? bagaimana cara Mba Hesti memanfaatkan kulitnya? (hihi maklum vanila bean cukup mahal jg)..thx u 4 tipsnya

Sari

Hesti HH. mengatakan...

Makasih mbak perhatiannya *terharu*
Beberapa waktu belakangan ini saya memang sibuk ada urusan keluarga yg butuh perhatian lebih...jadi blognya terlantar. Tapi insyaAllah udah mulai aktif lagi kok mbak.
Ditunggu postingan berikutnya yaaaa...

Hesti HH. mengatakan...

Halo mbak Sari,

Setahuku sih bisa mbak. Dulu sempat tau dari pemilik vanilla organic. Kalo nggak salah diblender mba gula pasir jadinya nanti vanilla sugar. Tapi biar lebih jelas bisa mbak main main ke http://organicindonesianvanilla.blogspot.com/2010/06/local-customer-order.html

Bisa ditanyakan ke pemiliknya gimana cara pengolahannya.

yeny mengatakan...

mb,aku mau ty.minyak canola itu apa ya?apa samadengan my goreng biasa?ohya,sebelumnya aku sdh nyoba resep2 masakan mb,ternyata suamiku bilang enak...hehe...senengnya...dpt resep dr liat2 blognya mb ini.tq ya mb...

Hesti HH. mengatakan...

Minyak canola itu minyak dari bunga canola mbak, baik untuk kesehatan dibanding minyak sawit. Mirip mirip minyak kedelai, minyak jagung dan bunga matahari yg kesemuanya minyak sayur. Tapi kalau nggak ada bisa pakai minyak goreng yang baunya netral.

Makasih juga mbak sdh cobain resep resep di blog ^^

Anonim mengatakan...

Dit is de eerste keer dat ik "Low Fat Chocolate Lover's Brownies" open en ik ben aangenaam onder de indruk door het verband dat
het stukje bezit met kleurplaten beterschap opa.
my site: poezen kleurplaten.nl

Anonim mengatakan...

Exactly what to wear with a jean mini and black leggings?
My webpage : liquid leather leggings

Anonim mengatakan...

Mba Hesti, mau tanya beli wax papernya dimana ya? Thanks :)

Hesti HH. mengatakan...

Saya beli di sini mba (Sorowako Sulsel) do toko ekspaktriat. Sekarang juga udah jarang ada di sini ^^

Anonim mengatakan...

Mba hesti, saya 2x nyoba resep ini, koq hasil nya agak padat dan lengket ya? tekstur nya ga kaya punya mba Hesti.. hehehe..
percobaan yang pertama saya panggang, hasilnya agak lengket dan padat..
percobaan kedua saya kukus, hasilnya malah kayak dodol.. hahaha.. koq gt ya mba? salah dimana ya? hehehe..
makasih mba..

Hesti HH. mengatakan...

Emang gitu mba teksturnya. Di atas saya review kalo cakenya agak dense dan kalau dimakan lengket di gigi...potongnya memang harus pake pisau yang dipanasin dulu biar gak lengket

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails