Kamis, 31 Mei 2012

Cheesy Chiffon Cupcakes




Sebenarnya resep ini terinspirasi oleh Hokkaido Chiffon Cake yang kemarin aku buat. Aku pikir pikir enak kali ya kalo chiffonnya rasa keju. Berasa makan Japanese Cheese Cake. Kebetulan ada temen juga yang lagi nyariin resep semacam ini...helooooo Mbak Wulan Sucipto...*wink

Nah, aku ketemu resep ini di blognya Grace 'Kitchen Corner'. Bedanya beliau menggunakan loyang chiffon diameter 17cm sedangkan aku menggunakan cup liners. Eh...kelihatannya lembut banget dan potongan kejunya menyebar dengan indahnya. Harus segera dibuat niy!! apalagi Uni Elsa juga udah bikin dan reviewnya memuaskan. Nggak ragu lagi deh pokoknya, segera siapin bahan...kebetulan bahannya simpel aja dan ada semua di rumah.

Karena di sini nggak ada keju bubuk, akhirnya aku ganti dengan keju cheddar parut. Rasanya tetep enak. Nggak sia sia aku coba resep ini. Hasilnya betul betul memuaskan...pas rasanya. Kejunya berasa tapi tidak sampai blenek. Teksturnya lembut dengan kejutan potongan keju di dalamnya. Bakalan jadi resep andalan niy...nggak nyangka! Sebenarnya mau aku kasih butter krim dan parutan keju di atasnya...tapi menurutku udah pas banget rasanya. Kayaknya nggak butuh topping lagi deh...

Berikut resepnya aku ambil dari Kitchen Corner dengan sedikit modifikasi. Hasilnya sekitar 10 buah menggunakan cup liner ukuran sedang.

Bahan :
- 110 gr putih telur
- 55 gr gula pasir
- 5 gr maizena
- 40 gr kuning telur
- 36 gr air
- 36 gr minyak sayur
- 50 gr tepung terigu protein sedang
- 24 gr cheese powder (aku pake keju cheddar parut halus)
- 40 gr cheddar cheese
- 1/4 sdt garam

Cara membuat :
  1. Potong potong kotak kecil keju cheddarnya sebesar 0,7 cm. Panaskan oven 325C/160C.
  2. Dalam wadah, campur kuning telur, air, minyak dan garam. Aduk rata menggunakan whisk. Tambahkan terigu dan keju parut. Aduk sampai rata dan kental.
  3. Dalam wadah yang lain, kocok putih telur sampai berbusa. Masukkan gula pasir sesendok demi sesendok sambil terus mengocok sampai soft peak/jambul petruk (jangan sampai kaku). Terakhir masukkan maizena dan kocok sampai tercampur rata. Matikan mixer.
  4. Masukkan 1/3 adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur sambil diaduk balik perlahan. Setelah tercampur rata, masukkan 1/2 bagian adona putih telur dan aduk lagi sampai rata. Terakhir masukkan sisa putih telur dan aduk sampai rata. Jangan overmix nanti susah mengembang. Masukkan potongan keju, aduk asal rata.
  5. Tuang ke dalam cup liner setinggi 3/4nya. Letakkan di atas loyang. Sebelum dimasukkan ke dalam oven, hentakkan dulu cupnya untuk mengeluarkan gelembung udara yang terperangkap supaya hasil cakenya bertekstur halus.
  6. Panggang dalam oven rak tengah selama sekitar 20-25 menit. Sampai permukaannya kuning keemasan.

Selasa, 29 Mei 2012

KBB #29 : Eccles Cake










Fiiuuuuuuh... alhamdulillah, lega bukan main. Tantangan kali ini akhirnya kelar juga *lap keringat*. Dalam sejarah laporanku ke Klub Berani Baking...barusan kali ini aku bikin 'mefet' deadline biasanya sih pertengahan bulan dah bikin. Besok kan terakhir kumpul, nah aku bikinnya hari ini. Sebenarnya dari kemarin sih bikin kulitnya. Hari ini panggangnya...

Tapi yang paling membahagiakan adalah aku puas sekali karena baik penampilan dan rasanya benar benar sukses. Emang beda kalo bikin yang full butter . Dibandingkan dengan yang menggunakan korsvet...yang ini asli wangiiiii...rasanya pun enak, gurih dan nggak ngendal di lidah. Teksturnya apalagi...ringan berlapis lapis mengembang dengan indahnya. Dipanggangpun nggak terlalu berminyak. Alhamdulillah...
Isiannya juga enak. Cuman aku tambah sedikit gula palem supaya kerasa manisnya dikit. Kalo cuman kismis, sultana dan kulit jeruk sih udah enak tapi manisnya nggak keluar. Apalagi nanti kulit pastrynya juga nggak manis.

Oh iya...setelah bikin kue ini perutku sampai sekarang rasanya agak sakit, berasa abis sit-up 100 kali, hehe. Aku baru nyadar bahwa proses menggiling yang berulang ulang sambil menekan adonan yang keras menyebabkan otot perut berkontraksi. Waaaaah...bisa kali ya jadi six pack kalo tiap hari bikin puff pastry sendiri, kikikikiiik....!

Oh iya, dari resep yang dikasih sama host, aku cuman bikin separuhnya. Selain hemat biaya nggak terlalu sedih juga kalo sampai gagal, hehe. Berikut resep aslinya ya...

 Bahan Filling :
- 6 sdm mentega tawar
- 1 batang kayu manis
- 1 sdt pala bubuk
- 1/2 sdt cengkeh, haluskan
- kulit dari 2 lemon (aku nggak pake karena nggak ada)
- kulit dari 2 jeruk
- 2 cups currant kering
- 1/2 cup kismis kuning
- 2 sdt brandy (aku nggak pake)
- 1/4 cup air lemon yg baru di peras (aku pake air jeruk sunkist)

Cara membuat :
  1. Lelehkan mentega di atas api sedang, tambahkan rempah rempah dan kulit jeruk. Aduk hingga wangi dalam mentega. 
  2. Masukkan buah buahan kering, brandy dan air lemon. 
  3. Biarkan mendidih dalam api kecil selama 10-15 menit. 
  4. Aduk sesekali, angkat dan biarkan dingin. 
  5. Simpan dalam kulkas semalaman, supaya rasanya benar benar keluar.

Bahan Puff Pastry :
- 1 pound (450 gr) unsalted butter
- 4 cups (500 gr) terigu serbaguna (mis : merk segitiga biru)
- 1 sdt garam
- kurang lebih 1,5 cup ( sekitar 375 ml) air es

 Cara membuat :
  1. Ambil 3/4 butter, potong memanjang jadi 2 bagian, lalu potong potong lagi secara melintang.
  2. Susun bentuk kotak dalam sepotong besar kertas minyak. Taruh sepotong lagi kertas minyak diatasnya. Giling mentega tersebut hingga berbentuk 9x12inch kotak. Dinginkan minimal 4 jam dalam kulkas.
  3. Masukkan 4 cup terigu dalam food processor. Potong sisa mentega kotak kotak kotak kecil, masukkan ke dalam terigu satu persatu sambil menyalakan food processor, hingga didapat butiran butiran halus mentega berbalut terigu yang seperti pasir.
  4. Pindahkan ke baskom, tambahkan air es sedikit demi sedikit, aduk hingga adonan terigu menyatu.
  5. Uleni beberapa menit hingga halus. 
  6. Bungkus dan simpan 4 jam dalam kulkas atau hingga semalaman. 
  7. Giling bentuk kotak setebal 1/4 inchi, taruh lempengan mentega ditengah tengahnya. 
  8. Lipat keempat sudutnya ke tengah (seperti amplop) giling hingga ke ukuran semula. Lipat bagian pinggir ke tengah, seperti melipat kertas jadi 3 bagian. Kemudian lipat 2 lagi kayak menutup buku.
  9. Bungkus adonan ini dengan rapat, simpan dalam kulkas minimal 1-2 jam. Keluarkan, giling bentuk kotak lagi. Ulangi kembali proses melipat hingga minimal 4 putaran. 6 atau lebih putaran lebih baik lagi. 
  10. Makin lama adonan beristirahat disela sela putaran, makin banyak putaran yang bisa di lakukan. Makin banyak putaran melipat, maka puff pastry yang dihasilkan akan makin ringan dan berlapis.
Bahan olesan :
- 1 telur, kocok lepas.
- ula pasir kasar secukupnya
  
Penyelesaian : 
  1. Panaskan oven hingga 350 celcius. Alasi loyang dengan kertas roti. Ambil 1/3 bagian adonan pastry dari kulkas. Adonannya seharusnya sangat dingin dan padat, tapi tidak sekeras batu.
  2. Giling hingga tebal 1/8 inchi. Potong pakai ring cutter.Taruh sedikit adonan isi ditengah tengahnya, lipat jadi 2 kayak pangsit, lalu tekan sisinya hingga rapat. Tarik ke 2 ujungnya ke tengah, tekan dan giling sedikit hingga berbentuk lingkaran lagi. Cukup tipis hingga isi sedikit mengintip dari dalam. Usahakan supaya tidak bocor, buat 2-3 keratan halus di permukaannya, kuaskan kocokan telur lalu taburi gula pasir.
  3. Panggang kira kira 20 menit atau hingga kecoklatan dan mengembang. Jangan langsung dimakan, karena adonan isinya yang panas akan membakar mulut anda. Pastry ini masih akan tetap enak hingga beberapa hari.
Tips : untuk memudahkan mengerat permukaan pastry, taruh beberapa saat dalam kulkas sampai agak firm, kemudian kerat di tiga bagian dengan pisau yang tajam.


Di bawah ini adalah beberapa gambar pembuatannya yang dimulai dengan membuat filling kemudian kulit pastry. Proses giling lipat aku lakukan sebanyak 5 putaran.




Di bawah ini adalah sisa sisa adonan kulitnya yang aku panggang dengan dihias keju dan gula pasir aja. Enak juga...kelihatan lapisannya yang banyak...





Kamis, 24 Mei 2012

Hokkaido Chiffon Cupcakes


Sejujurnya... selama aku terjun di dunia perbakingan...ada satu resep cake yang sama sekali aku belum pernah aku coba bikin. Chiffon Cake. Nggak tau juga kenapa ya?? Padahal chiffon kan kue yang sangat lembut dan aku pecinta kue lembut. Selain memang aku nggak punya loyangnya sih *alasan aja hehe*

Tapi setelah dengar...eh lihat review teman teman blogger tentang hokkaido chiffon cupcakes...nggak tahan juga aku untuk tidak membuatnya...apalagi dikemas dalam cup cup liner yang cantik. Aku lihat resep ini di blognya Kak Sonia "Nasi Lemak Lover". Bahannya simpel dan cara bikinnya juga mudah. Penampakannya pun cuantik...merekah gitu dengan lelehan fillingnya...hmmmmm!

Akhirnya aku bikin juga. Walaupun aku tuliskan resep aslinya di bawah, tapi untuk bahan custardnya aku bikin sendiri dari vla yang kemudian ditambahkan krim kental. Masalahnya di sini nggak ada vla instan. Okey...berikut resepnya Sonia yang sudah diadaptasi dari resep aslinya di Forbidden Garden.

Bahan Chiffon cake :
- 3 kuning telur
- 20 gr gula pasir
- 35 gr minyak jagung
- 60 gr susu cair
- 70 gr tepung terigu protein sedang
- 3 putih telur
- 25 gr gula pasir

  Bahan Filling :
- 60 gr dairy whipping cream
- 10 gr gula pasir
- 1 sdt vla instant

Taburan :
- gula halus/gula donat

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 170C. Siapkan cup liner di dalam loyang.
  2. Kocok kuning telur dan 20 gr gula pasir menggunakan whisk sampai pucat. Tambahkan minyak jagung dan susu cair. Aduk rata.
  3. Masukkan tepung, aduk rata. Sisihkan.
  4. Kocok putih telur dengan kecepatan tinggi sampai berbusa. Masukkan sisa gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai soft peak.
  5. Ambil 1/3 adonan putih telur masukkan ke dalam adonan kuning telur, aduk balik sampai rata. Masukkan adonan kuning telur ke sisa adonan putih telur. Aduk balik sampai rata.
  6. Tuang di dalam cup liner sampai setinggi 3/4. Panggang selama sekitar 20-25 menit di rak tengah oven.
  7. Vla : Kocok whipped cream sampai mengembang. Tambahkan vla instan. Aduk rata. Masukkan ke dalam piping bag. Beri lubang. Tusuk bagian tengah kue yang sudah matang, lalu semprotkan vla sampai vla meluap keluar. Taburi gula halus dan siap disajikan. Paling enak disajikan dalam keadaan dingin.




Hasilnya...bener bener lembut cakenya ditambah vla yang lembut juga. Sayang, menurutku kuenya kurang manis. Kalau hubby  sih suka, karena memang dia nggak terlalu suka kue yang manis manis. Vlanya juga aku bikin nggak terlalu manis. Jadi...lain kali 'harus' ditambahkan lagi gula dan sedikit garam, biar agak agak gurih gitu hehe. Catat yaaa....

Selasa, 22 Mei 2012

Plaited Coconut Bread (Roti Kepang Kelapa)



Habis blogwalking ke Nasi Lemak Lover langsung jatuh cinta sama roti kepang kelapanya Kak Sonia. Aku membayangkan isian kelapa yang beraroma pandan dan butter...hmmm pasti wangi banget. Kebetulan di kulkas masih ada kelapa muda. Tinggal diparut sebentar dan aku siap bikin deh isiannya.

Dulu aku dah pernah bikin roti isian kelapa cocktail buns...yang kurang lebih sama isiannya. Hanya waktu itu kelapanya tidak menggunakan pandan dan bentuknya biasa aja.. Nah karena resep ini menggunakan pandan tentu saja lebih wangi dong dan bentuknya pun cantik. Untuk resep asli dan step by step pembuatan silahkan lihat di Nasi Lemak Lover ya...

Kali ini aku menggunakan resep roti korea karena mirip dengan resep Kak Sonia. Resepnya bisa lihat di "Cocktail Buns"  sedangkan untuk filling kelapanya aku lihat di Nasi Lemak Lover. Izin share ya Kak Sonia...

Bahan roti :
- 500 gr tepung terigu protein tinggi
- 100 gr gula pasir
- 3/4 sachet permifan ( kemasan 11 gr)
- 2 sdm susu bubuk
- 1 butir telur + 1 kuning telur
- 225 ml air hangat
- 1 sdt garam
- 75 gr margarin
- pasta ketan

Pasta ketan (campur dan aduk rata) :
- 50 gr tepung ketan
- 50 ml air mendidih

Bahan Filling Kelapa :
- 70 gr salted butter
- 120 gr gula pasir
- 1 butir telur
- 1 sdt pandan paste (aku pake 1 sdm pandan paste home made)
- 1 tetes pewarna hijau
- 110 gr kelapa parut
- 50 gr susu bubuk

Cara membuat :
  1. Filling : kocok butter dan gula hingga mengembang, tambahkan telur, pasta pandan dan pewarna. Aduk rata.
  2. Masukkan kelapa dan susu bubuk. Aduk hingga rata. Bentuk bulat dengan berat 35 gr. Dinginkan di kulkas hingga agak keras.
  3. Roti : dalam mangkok mixer, masukkan tepung, gula pasir, ragi, susu bubuk. Aduk rata.
  4. Nyalakan mixer, tambahkan telur dan air lalu mixer roti sampai setengah kalis. Masukkan margarin, garam dan pasta ketan. Mixer lagi sampai kalis elastis.
  5. Simpan dalam wadah dan ditutup dengan kain lembab. Biarkan selama sekitar 40 menit atau mengembang 2x lipat.
  6. Ambil adonan sebanyak 70 gr. Beri isi lalu bulatkan. Giling kembali bentuk pipih segi empat lalu gulung seperti menggulung bolu gulung. Rapatkan ujung ujungnya. Potong potong tidak putus. Mulai dari atas balik potongan roti ke kiri dan ke kanan berselang seling. Biarkan mengembang dua kali lipat. (kalau mau mencoba cara lain, pipihkan adonan roti, oleskan kelapa ke permukaan roti, sisakan bagian ujung kiri kanan tidak terkena isian agar mudah dirapatkan. Gulung seperti menggulung bolu gulung lalu rapatkan ujungnya, dan selanjutnya potong seperti tadi). Letakkan di loyang bersemir margarin. Beri sedikit jarak untuk mengembang.
  7. Panaskan oven 400F. Olesi roti dengan telur kocok lalu taburi atasnya dengan gula pasir kasar. Panggang roti di rak tengah oven selama 12-15 menit sampai atasnya kecoklatan. Bisa juga dipanggang di rak bawah separuh waktu panggang, kemudian pindahkan ke rak atas lalu masukkan loyang baru ke rak bawah. Rak bawah untuk mematangkan roti, api atas untuk meberi warna kecoklatan pada roti. Angkat, panas panas olesi butter.




Hmmmm...betul betul wanginya asli deh...campuran pandan, kelapa dan butter. Seluruh ruangan jadi wangi roti, mungkin malah sampai juga ke tetangga niy, hehe. Rasanya yummiiiii...rotinya pun lembut. Makasih tuk Kak Sonia untuk resepnya yang bener bener uueeenak ini!

Selasa, 15 Mei 2012

Chocolate Mud Cupcakes


Yummiiiii...hanya itu kata yang cocok untuk kue ini. Jenis kue kesukaanku. Dense dan moist...! Memang itulah ciri khas mud cake ini. Setelah lihat di taste.com.au langsung pengen bikin juga. 

Berikut resepnya ya...gula aku kurangi supaya tidak terlalu manis dan hasilnya sudah pas menurutku.

Bahan :
- 125 gr butter, cincang
- 100 gr Lindt dark chocolate, cincang (aku pake dark coklat biasa)
- 125 ml air panas
- 2 sdt kopi bubuk instan
- 60 ml coffee liqueur (aku pake air biasa)
- 200 gr brown sugar (aku pakai 175 gr gula pasir)
- 100 gr tepung terigu protein sedang
- 40 gr tepung self rising (aku pakai terigu + 1/2 sdt baking powder)
- 2 sdm cokelat bubuk
- 1 butir telur
- Chocolate curls, untuk hiasan

Cokelat ganache :
- 200 gr dark cooking cokelat
- 150 ml krim kental

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 160 C. Siapkan loyang muffin dan beri kertas cupcake (aku menggunakan 18 cup ukuran sedang). 
  2. Campur butter, cokelat, kopi bubuk dan air panas dalam panci dan panaskan di atas kompor dengan api kecil. Aduk aduk sekitar 2-3 menit sampai larutan licin dan semua larut. Angkat dari kompor, tambahkan gula. Aduk rata. Sisihkan 5 menit sampai agak dingin.
  3. Masukkan terigu dan cokelat bubuk sambil diayak ke dalam larutan cokelat. Aduk rata. Tambahkan telur, aduk asal rata.
  4. Tuang ke dalam loyang muffin setinggi 3/4nya. Panggang selama 15-20 menit  sampai matang. Ketika ditusuk lidi keluar dalam keadaan kering. Dinginkan.
  5. Cokelat ganache : panaskan krim asal panas (jangan mendidih). Matikan api. Masukkan potongan cokelat, aduk hingga licin dan cokelat larut. Tuang di atas cupcake yang sudah dingin. Hiasi dengan cokelat curls.



Kue Kacang Jadul


Sudah lama sekali aku kangen pengen makan kue kacang ini. Dulu waktu kuliah dan tinggal di asrama, sering sekali aku beli buat nyemil nyemil di kamarku. Sayang, setelah menikah aku nggak pernah ketemu resepnya. Yang ketemu hanya kukis kacang biasa yang berbahan dasar margarin/butter dan telur.

Nah, pas kemarin jalan jalan ke blognya Mbak Diah Didi cari resep bakpia...eeehh ketemu resep kue kacang ini. Yang menarik adalah di belakangnya judulnya tertulis kata 'jadul'. Aku langsung teringat kue kacang favoritku. Memang tampangnya sama sama bulat tapi kalau yang di kantin asrama itu kukisnya nggak pake olesan kuning telur. Setelah aku simak bahannya  yang menggunakan minyak dan minus telur, mungkin memang inilah resep yang aku cari...karena kue ini unik dari segi rasa dan teksturnya. Nah...gimana akan tahu kalo nggak dicoba kan??

Berbekal tips dari mbak Diah akhirnya aku kurangi takaran gulanya dan mempersingkat waktu pengovenan menjadi sekitar 15-20 menit saja. Dan yang paling penting adalah menggunakan kacang lokal yang berukuran kecil dan bukan kacang impor yang besar besar tapi minim rasa. Dan hasilnya....perfect!! bener bener mirip banget sama kue favoritku. Alhamdulillah! senangnya berhasil. Aku makan nggak kehitung jumlahnya...dan rasanya nggak mau berhenti. Gawaaaat!! 

Makasiiiih banyak ya Mbak Diah sudah berkenan sharing resepnya. Di bawah ini separuh dari resep asli Mbak Diah yang aku praktekkan...

Bahan :
- 125 gr kacang tanah sangrai ( kupas kulitnya )
- 200 gr terigu protein rendah/sedang
- 100 gr minyak goreng
- 85 gr gula halus
- 1/2 sdt garam

Olesan :
- 1 kuning telur + 1/2 sdm mentega cair

Cara membuat :
  1. Sangrai kacang hingga matang, kupas kulit arinya hingga bersih. Setelah dingin tumbuk atau blender kacang hingga halus. Kalau menghaluskan dalam keadaan panas maka kacang akan menjadi pasta.
  2. Campur tepung terigu, gula halus, garam, kacang tanah sangrai halus, aduk rata. Terakhir masukkan minyak goreng, aduk dengan spatula hingga tercampur rata.
  3. Simpan adonan di dalam kulkas selama kurang lebih 1 jam , tutup dengan plastik.
  4. Setelah 1 jam, diamkan sebentar dalam suhu ruang, adonan siap untuk dicetak.
  5. Taruh kue diatas loyang yang telah dipoles tipis margarin, olesi bagian atas kue dengan campuran kuning telur dan mentega. Panggang dalam suhu 170 derajat Celcius selama 15-20 menit hingga matang.

Pepaya Puding Santan


Anakku yang kedua, Hanif suka sekali makan buah buahan. Semua jenis buah favoritnya. Terutama pepaya. Supaya nggak bosan kadang aku sajikan dengan perasan jeruk nipis dan sedikit taburan gula pasir. Tapi kali ini aku bikinkan pepaya isi puding sebagai variasi saja...

Cara membuatnya sangat mudah. Menggunakan satu buah pepaya ukuran sedang. Cuci terlebih dulu bagian luarnya dan tidak perlu dikupas kulitnya. Setelah itu bagi 2 pepaya secara mendatar.  Keluarkan bijinya dengan cara dikeruk menggunakan sendok. Setelah itu masak bahan agarnya. Cukup 1 bungkus agar agar ditambah 750 ml santan, 150 gr gula pasir (atau sesuai selera) dan sedikit garam. Masak sampai mendidih lalu hilangkan uap panasnya sebentar. Tuang ke atas pepaya yang telah dikeluarkan bijinya tadi. Biarkan dingin lalu masukkan ke dalam kulkas. Siap disajikan dingin. Sewaktu akan disantap barulah dikupas kulitnya agar pepaya tidak keburu keriput atau layu.

Jumat, 11 Mei 2012

Donat & Roti Ubi Ungu...





Masih olahan ubi ungu niy...jangan bosan yaaa, aku bikin satu adonan saja untuk donat dan roti. Selama ini memang aku selalu menggunakan resep yang sama untuk membuat roti dan donat. Hasilnya sama sama lembut, empuk dan ringan. Untuk roti/donat ini ada sedikit aroma ubi, tapi kalau dimakan nggak terasa aroma ubinya sama sekali. Seperti roti manis biasa aja. Serat rotinya panjang panjang tapi teksturnya tetap lembut walaupun nggak selembut roti metode water roux loh ya.



Donat dihias sesuai selera. Kalau aku suka dibalur dalam campuran gula pasir dan kayu manis. Kata hubby...enaaaak juga nih donatello. Donat + telo = donatello hahahahaaaa...




Bahan roti/donatnya pake resepku, sedang filling ubinya aku lihat di "Fong's Kitchen Journal"

Bahan :
- 350 gr tepung protein tinggi
- 100 gr tepung protein sedang
- 200 gr ubi ungu kukus (halus)
- 10 gr ragi instan
- 2 kuning telur

- 75 gr susu bubuk
- 75 gr gula pasir
- 200 ml air hangat
- 60 gr margarin
- 1 sdt garam

Filling Ubi (masak di atas kompor sampai kalis) :
- 150 gr ubi ungu halus
- 30 gr gula pasir
- 25 gr butter
- 25 ml susu cair
Olesan :
- 1 kuning telur 
- 3 tetes air/susu cair

Cara membuat :
  1. Masukkan ragi dalam hangat dan biarkan selama 15 menit sampai berbusa.
  2. Dalam mixer roti, masukkan tepung terigu 2 macam, ubi halus, susu bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur dan air ragi. Mulai nyalakan mixer. Proses sampai kalis. Masukkan garam dan margarin. Mixer sampai adonan elastis atau sudah halus dan lentur.
  3. Tutup dengan kain lembab, fermentasikan selama sekitar 45 menit.
  4. Kempeskan adonan. Untuk donat, timbang 30 gr lalu bulat bulatkan dan letakkan di atas meja bertabur tepung. Setelah mengembang, goreng dalam minyak panas sedang sampai agak kecoklatan.
  5. Untuk roti, bentuk sesuai selera. Untuk bentuk bunga, ambil adonan sebanyak 30 gr lalu beri isian ubi halus dan rapatkan bentuk bulat. Gambar bisa dilihat di Home baking net.
  6. Untuk bentuk bulan sabit/lengkung, ambil adonan 30 gr lalu pipihkan benbentuk segitiga. Oleskan adonan isi lalu toreh bagian atasnya dengan cutter sebanyak beberapa garis. Gulung roti dari bagian bawah ke atas (dari bagian lebar ke bagian yang runcing). Taruh di loyang beroles margarin. Untuk roti sobek bentuk bulat biasa dan isi sesuai selera lalu taruh di loyang brownies. Fermentasikan sampai mengembang 2 kali lipat.
  7. Oles dengan kuning telur lalu panggang selama sekitar 12-15 menit dengan panas oven 400 F atau 200 C.
  8. Angkat dan olesi dengan butter.








Untuk roti sobek sebagian aku isi cokelat dan sebagian aku isikan keju.

Risoles




Udah berapa kali anak anak request risoles tapi masih tertunda terus. Memang mereka suka sekali tapi aku jarang bikin gorengan. Tapi hari ini aku rencana mau bikin. Pas anak anak ke sekolah aku mulai menyiapkan bahan. Bikin secukupnya hanya tuk keluarga kecil kami 4 orang, hehe. Jadi resepnya juga hanya untuk sekitar 12 bijian.

Kalau dulu mamaku selalu bikin pake takaran kira kira sampai dirasa pas kekentalan adonannya. Nah kali ini aku timbang aja dengan gram biar teman teman nggak bingung. Kalau bikin banyak biasanya mama taruh di freezer setelah berbentuk dadar. Dilapisi plastik tiap layernya biar nggak saling lengket lalu taruh dalam wadah kedap udara. Tahan sampe sebulan.

Untuk kulit, sesuaikan dengan selera saja. Kalo mau agak tebal adonan jangan dibuat terlalu encer.

Bahan :
- 150 gr terigu protein tinggi
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm susu kental manis
- 2 butir telur
- 300-325 ml air  (tergantung mau tebal atau tipis hasilnya, semakin encer semakin tipis)
- 1 sdm margarin cair
- minyak untuk menggoreng

Bahan isi :
- 150 gr daging giling
- 1 buah wortel, potong kotak kecil
- 1 buah kentang, potong kotak kecil
- 2 batang daun bawang
- 2 batang daun seledri 
- terigu sedikit untuk pengikat

Bumbu halus :
- 3 siung bawang putih
- 2 butir bawang merah
- 1/2 sdt merica
- garam secukupnya
- gula secukupnya

Baluran :
- 1 butir telur (buang bagian putih yang kental berbiji supaya paniran rata)
- tepung panir orange secukupnya

Cara membuat :
  1. Bahan isi : tumis bumbu halus sampai wangi dengan sedikit minyak. Masukkan daging cincang. Masak sampai berubah warna lalu masukkan kentang dan wortel. Masak sampai agak lunak. Kalau perlu tambahkan air sedikit saja. Cicipi rasanya dan tambahkan garam atau bumbu lain sesuai selera. Sebelum mematikan api, tambahkan daun seledri dan daun bawang, aduk rata. Taburi sedikit terigu hingga tumisan terlihat agak menyatu (supaya pada saat diisikan ke dalam kulit isi tidak berhamburan). Aduk rata beberapa saat. Matikan api, dinginkan. 
  2. Dadar : Campur semua bahan kering, aduk rata, tambahkan telur dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk sampai didapatkan kekentalan yang sesuai. Saring. Tambahkan margarin leleh. Aduk sampai tercampur rata. Diamkan 15 menit. Buat dadar tipis tipis sampai habis. Beri isi lalu gulung, lem dengan menggunakan sisa adonan kulit. Celupkan di dalam telur lalu gulingkan dalam panir hingga merata. Simpan dalam lemari es selama 30 menit agar panir menempel sempurna.
  3. Penyelesaian : siapkan minyak banyak di wajan. Panaskan dengan api sedang. Goreng risoles sampai garing dan kekuningan. Angkat. Tiriskan di atas tisu makan. Sajikan dengan cabe rawit atau saos sambal.

Karena belum pernah mencoba american risoles (anak anak nggak suka daging asap) aku  sisihkan beberapa lembar kulit dadar untuk dibuat american risoles. Daging asap aku ganti dengan sosis. Sisanya tambah potongan keju, telur, mayonaise dan sedikit mozarella. Hasilnya yummi juga tapi semuanya lebih suka isian daging, hehe ^^




Senin, 07 Mei 2012

Halo Halo...sweet dessert from Philipines


Halo halo nama yang lucu ya buat sebuah dessert. Tapi ini adalah halo halo Philipina bukan Indonesia, kalau di Philipina halo halo berarti mix mix atau campur campur. Yaaaaa...mirip mirip es campur kita lah.

Karena keseringan posting kue dari ubi jalar, aku dapat tantangan dari Mbak Pepy "Indo Eats" tuk bikin dessert khas Philipina ini. Awalnya aku agak kurang tertarik...lihat bahannya yang super duper kompleks *waduuuuh bahasane* hihi. Memang sih bahannya lebih banyak dari es campur khas Indonesia, dan bukan hanya itu, kalo melihat bahan bahannya dan membayangkan rasanya kok kayak campur aduk ya...? Kalau cuman  es serut plus nangka plus agar/jelly plus tapioca pearls plus kacang merah plus kelapa muda sih menurutku masih masuk akal ya. Tapi ini...lhaaa ada tambahan potongan ubi rebusnya, ada juga es krimnya ditambah lagi pisang yang kayak kolak itu...waaaaaah puyeng duluan.

Tapi ternyata aku kepikiran juga. Resep ini lumayan menantang menurutku. Penasaran !! Karena ada beberapa bahan yang memang harus dibikin lebih dahulu seperti caramelized banana, tapioca pearls dan es krim ubinya. Akhirnya aku bulatkan tekad...harus bisa bikin. Hayoooo...semangat!




Bahan yang harus aku bikin terlebih dulu jelas harus es krim ubi ungu. Resep aku lihat dari blog Wati Cookery, tengkyuuuu Mbak Wati... . Nah itu aku bikin dari 2 hari yang lalu. Rasanya enaaaak tapi agak berat. Benar kata Mbak Wati satu scoop udah cukup. Kebanyakan bisa blenger, hihi. Ubi kan agak berat tuh jadi es krim ini lumayan mengenyangkan. 

Tadi aku bikin pisang yang dimasak bersama karamel dan juga tak lupa bikin tapioca pearlsnya. Setelah itu tinggal menyiapkan bahan bahan pendukung lainnya yang tentu saja mudah didapatkan. Kelapa muda, kacang merah (aku masak sampai empuk lalu ditambahkan gula pasir), nangka, agar agar (aku masak dengan tambahan jelly supaya teksturnya asyik),  Ada satu yang aku nggak ketemu, kolang kaling. Secara kalau di tempatku kolang kaling adanya pas ramadhan aja. Jadi sekarang nggak mungkin ketemu. Biasanya juga di supermarket ada yang kalengan, tapi kali ini aku betul betul nggak nemu. Sebenarnya malah banyak bahan bahan tambahan lainnya. Di sana tiap daerah berbeda juga resepnya. Ada yang pake jagung manis, nata de coco, ada juga yang pake aneka kacang kacang lain. Malah sebenarnya harus juga ada puding karamelnya. tapi aku skip aja. Begitu juga dengan susu evaporatednya aku ganti dengan susu kental manis.

Yah...pokoknya bahan bahan intinya sudah ada. Untuk kuahnya dari es serut dan susu kental manis. Cara bikinnya susun es serut di dasar gelas. Setelah itu tata bahan-bahan lainnya di atas es serut. Tuangi susu kental manis dan terakhir beri es krim ubi ungu. Waaaaaaah....kalau dari tampangnya udah kelihatan mirip halo halo ya. Tapi pas diicip enaaaak sih tapi menurutku 'to much going on'...hahaha. Mungkin karena kita nggak biasa aja ya. Buktinya es ini sangat populer di sana. 

Akhirnya gelas berikut untuk anak anak dan hubby hanya aku bikinkan es campur biasa. Minus pisang, ubi rebus, dan es krim. Itu nanti aja dimakan sendiri. Mereka pun menghabiskannya dengan semangat.

Tuk Mbak Pepy...makasih banyak motivasinya. Walaupun belum jadi makanan favorit...tapi senang juga bisa mencoba dan mencicipi makanan dari negara lain.

Sabtu, 05 Mei 2012

Bakpia Basah


Masih demam bakpiaaaaa...semoga nggak pada bosen ya. Kali ini cobain bikin bakpia basah. Pertama kali makan aku beli di pasar. Lho kok bakpianya aneh...lembut tapi enak. Nggak kayak bakpia dengan kulit renyah berlapis lapis. Setelah browsing sana sini akhirnya aku tau kalo bakpia ini namanya bakpia basah aka roti pia isi kacang ijo. Huahahaaaaa...ternyata! Resep yang paling oke menurutku dari blognya Mbak Nien Ing dan Mbak Diah Didi lagi...hehe *halo mbak Diah, jangan bosan ya* kedua resep ini sama. Jadi aku tulis aja resepnya Mbak Nien ya. Aslinya dia dapat juga dari temannya yang udah terbukti enaknya, Liu Nomiaty Cake. Aku bikin setengah resep dari resep asli dengan sedikit modifikasi. Izin share ya mbak...

Bahan :
- 250 gr tepung terigu protein sedang
- 35 gr margarin
- 125 ml air hangat
- 1/2 bungkus ragi instan
- 50 gr gula pasir
- 1/2 sdt garam

Bahan isi :
- 150 gr kacang hijau
- 70 gr gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 1 1/2 sdm minyak goreng
- 1 lembar daun pandan
Cara membuat :
  1. Isi : rebus kacang hijau sampai empuk, angkat dan tiriskan, kemudian haluskan. Masak/aron bersama gula pasir (aku pake gula merah sebagian), garam dan pandan. Aduk terus sampai kacang hijau menjadi kering dan kalis. Dinginkan. Bentuk bulat bulat.
  2. Kulit : campur tepung, ragi dan gula pasir. Aduk rata.
  3. Masukkan air hangat, uleni hingga rata adonannya (aku pakai mixer).
  4. Masukkan margarin dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.
  5. Bulatkan adonan, tutup dengan kain lembab lalu fermentasikan 45 menit (aku 30 menit).
  6. Kempiskan adonan dan timbang masing-masing 30 gr (aku 15 gr), beri isian kacang ijo lalu tutup bentuk bulat dan pipihkan. Letakkan di loyang tanpa olesan. Beri jarak karena roti ini akan mengembang sedikit.
  7. Diankan 15 menit. Panggang dengan oven suhu 200 C selama 10 menit.
  8. Keluarkan dari oven dan balik. Masukkan ke dalam oven lagi  alu panggang selama 5 menit. Angkat.


Bakpia ini walaupun bukan bakpia asli tapi sama enaknya. Rotinya tetap lembut dan udah pasti kalau dimakan...nggak perlu beresin remah remahnya, karena emang sama sekali nggak beremah...hehe *lirik Mbak Ira R*

Bakpia Telo


Waktu bikin kue mangkok ubi ungu, udah habis stok ubi jalar unguku di rumah. Tapi kemarin waktu ke pasar...lihat lagi, tak sanggup aku untuk tak membelinya....hehe walaupun bingung resep apa lagi yang pake ubi jalar ungu atau telo ungu ini. Ah...pokoknya beli dulu, bikin resep urusan belakang ^^




Tapi...berhubung anak anak dan hubby juga udah request bakpia pathok lagi, akhirnya hari ini aku bikin lagi dengan 2 macam isian. Kacang ijo dan ubi ungu. Hahahaaaa...tuh kan akhirnya idenya pasti ketemu. Resep itu nggak ada habisnya kok. Asal selalu kreatif aja...

Resep kulit bakpia persis yang kemarin. Tapi isiannya aja aku ganti dengan ubi ungu. Ubi ungu direbus, haluskan lalu aron bersama gula (ukuran sesuai derajat kemanisan), sedikit santan, sedikit garam dan 1 sdm minyak sampai kalis. Setelah dingin dibulat bulatin...untuk isian. Bikinnya juga persis sama...jadi silahkan lihat resepnya di sini ya. Atau kalau mau lihat resep isian bakpia telo yang lain bisa lihat di blognya Mbak Diah Didi.

Jumat, 04 Mei 2012

Bingka Labu



Kebetulan sekali ada labu di kulkas. Kak CT baru saja posting resep Bingka Labu Berjagung. Hwaaaa...langsung ngilerlah aku. Tanpa ba bi bu...langsung siapkan bahan dan segera aku bikin. Tapi karena nggak ada jagung krim aku pakai labu saja seperti di resep aslinya dari Dapur Tanpa Sempadan.

Hasilnya, enaaaak sekali. Lembut dan gurih khas labu. Kue jenis ini adalah favoritku. Cuman atasnya kurang cokelat aja. Tapi sudah matang kok, harusnya tadi aku grill dulu atasnya sebentar biar cantik. 

Buat Kak CT dan Mat Gebu, terima kasih banyak sudah berbagi ilmu dan resepnya. Aku izin catat resepnya yaa..

Bahan :
- 450 gr labu manis, kukus hingga lembut dan haluskan
- 500 ml santan
- 5 butir telur 
- 200 gr tepung terigu protein sedang
- 180 gr gula halus
- 1/2 sdt vanila bubuk
- 1/2 sdt garam
- wijen secukupnya untuk taburan

Cara membuat : 
  1. Panaskan oven pada suhu 200 C, olesi loyang 20 cm (aku pakai 1 loyang brownies ditambah 2 loyang kue bingka mini) dengan mentega, alas dengan aluminium foil yang ukurannya lebih besar di bagian sisi panjangnya supaya mudah mengeluarkannya.
  2. Dalam wadah, satukan semua bahan di atas kecuali labu, wijen dan vanila. Aduk rata dengan whisk hingga gula larut. Masukkan labu halus dan vanila, aduk rata.
  3. Tuang dalam loyang dan taburkan wijen. Bakar selama 45 - 50 menit hingga permukaan kelihatan sedikit kecoklatan. Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan sejenak. Kemudian keluarkan dari loyang. Dinginkan sebelum dipotong agar hasilnya rapi.

Kamis, 03 Mei 2012

Bakpia Pathok



Sebenarnya sudah dari dulu cari resep bakpia pathok yang pas. Yang mirip mirip dengan originalnya...imut dan kulitnya lembut alias nggak krispy. Dulu udah pernah bikin dapat resep dari majalah, tapi walaupun enak dan berlapis lapis...sebenarnya itu bukanlah ciri khas bakpia pathok. Jadi masih browsing terus.

Kemarin nggak sengaja aku cari resep lain, ketemu resep bakpia pathok punyanya Mbak Diah Didi. Di gambar kelihatan teksturnya yang lembut. Dan reviewnya Mbak Diah juga emang lembut kulitnya. Memang cara pembuatan dan resepnya agak beda. Patut dicoba nih...tapi aku ganti isiannya jadi kacang ijo aja. Lebih enak! makasiiih ya Mbak Diah, resepnya emang top deh! hubbyku paling doyan...

Resepnya ada yang kurang detail. Jumlah minyak di resepnya tertulis 200 ml, tapi nggak ditulis berapa untuk dituang ke adonan dan berapa untuk rendaman adonan. Jadi aku pake kira kira aja. Pas teksturnya dah mulai lembek aku berhenti di 50 ml minyak. Sisanya yang buat rendaman. Okey berikut resep kulitnya Mbak Diah dengan sedikit penyesuaian dari aku. Isiannya dari bakpia pathok yang dahulu cuman biar lebih gurih manisnya aku ganti separuh dengan gula merah.

Bahan kulit : 
- 125 gr tepung terigu protein sedang
- 65 gr tepung terigu protein tinggi
- 2 sdm gula pasir 
- 1/2 sdt garam 
- 100 ml air
- 200 ml minyak sayur (50 ml untuk adonan+150 ml buat rendaman)

Bahan lapisan :
- 65 gr tepung terigu protein sedang
- 25 ml minyak sayur
- 1/2 sdm margarin

Bahan isi :
- 100 gr kacang hijau kupas, rendam semalaman
- 150 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 1/8 sdt garam
- 1 lmbr daun pandan
- 25 gr gula pasir + 50 gr gula merah
- 1 sdm minyak
 
Cara membuat :
  1. Kukus kacang hijau yang sudah ditiriskan selama 20 menit atau sampai mekar. Angkat. Masukkan gula pasir dan gula merah, garam, santan dan daun pandan. Masak sampai kalis, sebelum dimatikan apinya tambahkan minyak. Aduk sampai kalis dan licin. Angkat dari kompor. Setelah agak dingin, bentuk bola bola.
  2. Bahan lapisan : campur semua bahan, aduk rata dan sisihkan. 
  3. Bahan kulit : panaskan air (tidak usah sampai mendidih), masukkan gula. Aduk hingga rata dan gula larut. Angkat. Campur terigu dan garam. Tuangi air larutan gula lalu uleni hingga rata.
  4. Tuang minyak sayur, uleni hingga adonan kalis.
  5. Ambil adonan seberat kurang lebih 10 gram. Tipiskan adonan, ambil sedikit adonan lapisan. Ratakan pada permukaan adonan secara merata.
  6. Lipat seperti amplop lalu satukan ujung-ujungnya ( bulatkan ).
  7. Masukkan bulatan adonan dalam sisa minyak, diamkan selama 15 menit.
  8. Pipihkan adonan sampai agak tipis, isi dengan adonan isi. Betuk bulat pipih.
  9. Panggang dalam oven suhu 200 C sampai matang kurang lebih 15-20 menit. Kalau mau bagian atasnya kuning kecoklatan bisa dibolak balik. Panggang api bawah 10 menit, kemudian balik, panggang lagi 5 menit angkat  lalu balik lagi. Panggang 5 menit lagi.



Selasa, 01 Mei 2012

Kue Mangkuk Ubi Ungu




Masih ada sisa ubi ungu kukus di kulkas. Kayaknya masih bisa dibikin satu resep kue lagi. Aku putuskan tuk membuat kue mangkuk ubi ungu karena memang aku suka. Resep asli dari Sajian Sedap menggunakan ubi kuning...tapi nggak masalah kan kalo aku ganti jadi ubi ungu. Malah jadi cantik warnanya. Hasilnya juga enak...rasa kue mangkok dengan sentuhan aroma ubi jalar...

Resep aku bikin separuhnya dengan sedikit penyesuaian. Berikut detailnya ya...

Bahan Biang:
- 60 gram tepung terigu protein rendah
- 110 ml air
- 3 sendok teh (11 gram) ragi instan

Bahan:
- 390 gram ubi ungu kukus yang sudah halus
- 300 gram gula pasir
- 1/2 sendok makan garam
- 3 butir telur
- 380 gram tepung terigu protein rendah
- 300 ml santan hangat

Cara membuat :
  1. Bahan biang : aduk rata bahan biang. Diamkan 30 menit.
  2. Bahan: remas-remas ubi, gula pasir, dan garam sampai gula hancur. Tambahkan telur. Uleni rata.
  3. Masukkan bahan biang. Uleni rata. Tambahkan tepung terigu sambil diayak dan dikocok rata bergantian dengan santan. Diamkan 30 menit.
  4. Siapkan cetakan kue mangkok yang dioles sedikit minyak.
  5. Aduk-aduk adonan. Tuang adonan setinggi cetakan. Kukus 20 menit dengan api besar sampai matang (aku cuma 15 menit karena menggunakan  cetakan mini).



Temo Coe (Ternate)







Dulu aku udah pernah bikin apang coe. Sekarang giliran sodaranya yaitu temo coe. Bikinnya nggak pake susah...kayak bikin onde onde atau mochi aja. Tapi rasanya asli enak. Beda dengan yang jajanan yang lainnya yang berisikan gula merah, temo coe ini ada tambahan wijen sangrainya. Walaupun sepertinya nggak berarti tapi penambahan wijen itu memberikan rasa dan aroma yang khas. Belum lagi kulitnya yang benar benar wangi pandan...

Resep aku lihat di Sajian Sedap. Berikut ya bahannya :

Bahan Ketan:
- 200 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 25 ml air suji (dari 15 lembar daun suji dan 5 lembar daun pandan)
- 200 gram tepung ketan putih
- 1/2 sendok teh garam

Bahan Isi:
- 100 gram gula merah, diserut kasar
- 25 gram wijen putih sangrai
- 1 1/2 sendok teh wijen putih sangrai untuk taburan
- 2 lembar daun pandan, dipotong-potong

Cara membuat :
  1. Ketan : didihkan santan dan air suji. Biarkan hangat.
  2. Tuang sedikit-sedikit ke dalam campuran tepung ketan putih dan garam sambil diuleni sampai kalis.
  3. Isi : campur gula merah dan wijen putih. Aduk rata.
  4. Ambil sedikit adonan ketan. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bulat.
  5. Taburkan wijen putih di atasnya. Kukus 15 menit di atas daun pisang yang diberi sepotong daun pandan. Setiap 3 menit dibuka sampai matang.


Related Posts with Thumbnails