Rabu, 30 November 2011

Butter Cookies ala Monde

Butter Cookies


Blogwalking ke blognya mbak Rita Sella...ngiler lihat kukisnya yang katanya berasa makan kukis Monde kalengan itu...kebayang kerenyahan dan wangi butternya!
Segera aku bongkar-bongkar lemari dapur nyariin kukis cutter yang kayaknya dah lama nggak kepake. Alhamdulillah dapet!! yang bulat dan kotak.

Demi tercapainya tujuanku mendapatkan wangi butter yang khas aku menggunakan butter Wysjman. Sejujurnya ini pertama kali aku menggunakan butter ini. Secara gak ada label halalnya, jadi khawatir aja. Tapi kemarin waktu mamaku datang aku dibawain butter wysjman 1 kg. Haaahhh?? panik, mau diapain nih butter?? mana mahal lagi harganya. Akhirnya aku browsing tuk cari kejelasan halal haramnya dan nemu blognya MBak Meili yang akhirnya menghilangkan keraguanku selama ini. Di situ dijelaskan bahwa produk butter wysjman dan keju edam cap ayam emas (bukan hitam) sudah halal karena beliau langsung konfirmasi ke kantor LPPOM MUI. Tuk lebih jelasnya silahkan cek di My Halal Kitchen.

Asyiiiikkk...makasih ya MBak Meili...dikau bener-bener memberi pencerahan...

Nah balik lagi...
Resep kukis Mbak Rita Sella ini sebenarnya pake selai di bagian tengahnya, cuman aku modifikasi aja bentuknya biar bener-bener mirip butter cookies kaleng, hehe...dan supaya bisa digiling dan dicetak, aku tambahkan sedikit tepungnya. Sebelum ditambah tepung aku bagi 2 adonan. Satu bagian aku beri kismis, dan satu bagian lagi kutambahkan kelapa kering (aku sangrai lagi sebentar biar lebih wangi). Atasnya juga aku taburin gula pasir biar nggak terlalu plain. Cuman aku gak punya gula pasir yang kasar jadi nggak kentara teksturnya...but gak papalah. Bagi yang ngga punya self rising flour bisa tepung terigu protein rendah/sedang ditambah 1/2 sdt baking powder dan 1/4 sdt baking soda biar tetap krenyes krenyes ya. Okey resepnya di bawah ini ya..

Jam Drops
Source : Australian Good Taste
Modified by me

Bahan :

- 125 gr mentega asin
- 100 gr gula halus
- 1 sdt vanilla bubuk
- 1 butir telur
- 225 gr terigu self raising
- kismis dan kelapa kering secukupnya
Cat: kalo kelapa keringnya terlalu kasar bisa diblender sebentar supaya kalo dimakan tetap wangi kelapa tapi nggak terlalu berampas.
Cara membuat :
  1. Panaskan oven 180 C. Alasi loyang denga parchment paper/silpat.
  2. Kocok mentega, gula dan vanili menggunakan mixer sampai lembut dan pucat. Tambahkan telur lalu kocok sampai rata.(Cat: Kalau menggunakan kelapa/kismis masukkan sebelum tepung) Masukkan terigu sambil diayak ke atas adonan. Aduk rata.
  3. Letakkan adonan diantara 2 lembar plastik. Giling pipih, kira-kira setebal 0,7 mm.
  4. Cetak menggunakan cutter. Pindahkan ke atas loyang. Buat adonan yang menggunakan kelapa sangrai, beri taburan gula pasir di atasnya.
  5. Panggang selama 18 menit atau sampai kekuningan dan sudah garing. Angkat. Dinginkan di rak kawat. Simpan dalam wadah kedap udara.

Butter Cookies

Hasilnya benar-benar memuaskan. Kukisnya wangi butter dan renyah banget. Yang menggunakan kelapa wangi kelapa dan ada kerasa serpihan kelapa di dalamnya, sedangkan yang menggunakan kismis tentu saja hmmm wangi kismis. Makasih banyak tuk Mbak Rita yang udah sharing resepnya. Kata anakku "Waaaah ibu hebat sekali bisa bikin kue Monde!!", alhamdulillah artinya hasilnya anak-anak suka. Kata hubby "Iya...udah mirip nih bu!" senangnya kalo semuanya pada suka. Hilang semua capeknya...hahaha

Selasa, 29 November 2011

Pennylane Chocolate Fudge Cookies

Pennylane Chocolate Cookies

Pennylane Chocolate Cookies


Udah lama aku bookmark resep ini dari blognya Mbak Riana. Penasaran...kukis yang terkenal dan rame dibicarakan di milis. Bersyukur aku ketemu resepnya pas komen-komennya udah banyak sekali karena banyak membantu menghindari masalah yang mungkin timbul dalam proses pembuatannya. Yang lainnya udah pada coba sampe 5 kali baru berhasil. Alhamdulillah aku bisa belajar dari pengalaman mereka yang gagal maupun berhasil. Makasih tuk Mbak Riana yang udah share resep maknyus ini....

Nah...kalo punyaku, berhasil apa nggak??? Hanya Mbak Riana yang tahu jawabannya, karena beliau yang tau bagaimana tekstur kue ini seharusnya...hehe

So far sih semua pada suka. Ini baru namanya coklat kukis. Serasa makan coklat dengan crust bagian luarnya. Tampangnya sih udah mirip-mirip. Udah ada retak-retakannya cuman punyaku agak tipis hasilnya.

Berikut resep dan tips dari blog Mbak Riana ya, aku translate ke bahasa...

PennyLane’s Chocolate Cookies
Original source: Joy of Baking
Modified by: Riana


Bahan :

- 60 gram tepung protein rendah
- 1 sdt baking powder
- 450 gram bittersweet atau semisweet chocolate, cincang kasar
- 60 gram unsalted butter atau margarine (aku pake salted butter)
- 200 gram gula pasir
- 4 butir telur, suhu ruang
- 1/4 sdt garam
- 4 gram kopi instan bubuk (2 sachet @ 2 gram), cairkan dgn sedikit air hangat
- 1 tbs pure vanilla extract (aku pake vanilla bean asli)
- 175 gram semisweet dark chocolate chips
- 175 gram white chocolate chips (aku skip krn gak punya)
- 200 gram kacang-kacangan, sangrai cincang kasar (aku pake 100 gr kacang kenari)

Cara membuat :
  1. Campur tepung dan baking powder. Sisihkan.
  2. Lelehkan dark coklat dan butter dengan cara ditim dalam panci stainless, aduk sampai licin. Angkat dari kompor, sisihkan.
  3. Kocok gula, telur dan garam menggunakan mixer kecepatan tinggi sampai pucat dan kental berjejak, sekitar 5 menit. Masukkan cokelat, kopi dan vanila. Masukkan tepung dan baking powder sambil diayak ke dalam adonan lalu aduk asal rata. Masukkan kacang dan coklat chips. Aduk. Tutup dengan cling wrap lalu simpan di kulkas atas sekitar 30-60 menit sampai adonan bisa disendok dan tidak meleber.
  4. Panaskan oven 170-180 Celcius dan tempatkan rak di bagian tengah oven. Alasi loyang dengan silpat.
  5. Sendokkan adonan menggunakan skup es krim ukuran besar atau kecil sesuai selera (aku pake sendok kecil hasilnya lumayan gede dan banyak pula, sekitar 50an kukis) ke atas loyang. Beri jarak karena adonan akan melebar. Pipihkan adonan sedikit. Panggang kukis selama 10-12 menit sampai atasnya kelihatan kering, retak-retak dan mengkilat. Jangan overbake.
  6. Angkat dari oven dan letakkan di atas rak kawat. Biarkan dingin. Kalau suka kukis renyah, lanjutkan memanggang dengan mode warm selama 30 menit. Dijamin kukisnya bener-bener renyah dan garing...asalkan setelah dingin langsung masukin wadah kedap udara.

Catatan :

  • Waktu menyimpan adonan dalam kulkas bervariasi tergantung jenis cokelat yang digunakan. Ada merk cokelat tertentu yang membuat adonan lebih encer. Periksa tiap 30 menit, kalau-kalau adonan sudah bisa disendok tanpa meleber.
  • Kalo adonan kukis terlalu keras untuk disendok atau adonannya terlalu padat artinya adonan terlalu dingin. Biarkan sebentar do suhu ruang sampai bisa disendok dengan mudah.

Pennylane Chocolate Cookies


Untuk cokelat, karena disarankan menggunakan cokelat kualitas bagus aku pake merk Whittaker Ghana 50 % sebanyak 250 gr dicampur dengan Tulip dark compound 200 gr for total 450 gr. Ternyata gak papa tuh hasilnya walaupun cokelatnya campuran...soalnya muahil bo' tuk percobaan pertama...hehe *balada takut gagal*. Mungkin kalo semuanya pake Whittaker or Lindlt lebih memuaskan lagi ya hasilnya?? Well, maybe next time ya...



Senin, 28 November 2011

Panettone French Toast



Panettone French Toast


Beberapa hari lalu bikin panettone. Kemarin bikin panettone bread pudding...sekarang panettone french toast. Kok panettone meluluuuuu!! hahaha, gak laku yah panettonenya *tau aja*. Sebenarnya enak sih...cuman berhubung cuman aku yang makan sendiri ya gak abis-abislah. Aku kan orangnya imut...perutnya juga imut jadi makannya harus yang imut-imut alias se'iprit...waaaakakakaaak...


Iya bener...di kulkas masih ada 1 cup panettone. Supaya gak bosan aku berdayakan lagi.
Yang mudah dan enak nih buat sarapan.

Bahan :
- 1 cup panettone ukuran sedang, potong selebar roti tawar
- 2 butir telur

- 200 ml susu
- 1 sdt gula pasir
- sejumput garam
- bubuk kayu manis secukupnya
- butter tuk olesan pan

Cara membuat :

  1. Campur telur, susu, gula, garam dan kayu manis. Aduk asal rata menggunakan whisk.
  2. Panaskan wajan anti lengket dengan api sedang.
  3. Rendam irisan roti panettone. Balik di sisi yang lain.
  4. Beri wajan sedikit butter. Letakkan satu slice roti yang telah direndam dalam susu.
  5. Biarkan beberapa saat sampai lapisan luarnya matang. Balik. Biarkan sampai kecoklatan.
  6. Angkat. Lakukan sampai roti habis.
  7. Sajikan dengan guyuran maple sirup/madu dan butter.

Panettone French Toast

Di gambar, french toastnya ada yang kelihatan gede ada juga yang kecil. Nah yang kelihatan gede itu bagian atas panettone yang menggunung keluar dari cup kayak jamur. Sedangkan yang diameter kecil itu yang berada dalam cup.

KBB #26 : Panettone



Panettone


Panettone


Waaaaa...mulai panik nih. Secara udah deket deadline KBB #26 aku belum bikin tantangannya. Bulan ini aku lumayan disibukkan dengan nikahan adikku. Alhamdulillah acaranya udah kelar tanggal 19 kemarin sekarang waktunya tuk beraksi...

Tantangan kali ini adalah membuat 'Panettone', yaitu roti khas Itali yang berbentuk seperti bulat besar dan biasa disajikan atau sebagai hantaran saat natal. Terus terang aku senang banget dapat tugas ini karena memang aku senang membuat roti. Panettone ini termasuk ke dalam jenis roti namun dengan tambahan buah kering seperti raisin, sultana, fruit peels serta tak lupa parutan kulit jeruk yang menyumbang aroma khas pada roti ini.
Alhamdulillah bahan-bahan dah lengkap. Marrreeee....!!


Panettone (traditional Italian christmas bread)

Source: The Worldwide Gourmet

Bahan :
- 1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)
- 65 ml (1/4 cup) gula
- 6 tbsp air hangat
- 6 kuning telur
- Lemon zest dari 1 buah lemon
- Sejumput garam
- 500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
- 100 ml (6 sdm) potongan candied peel
- 100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
- 4 sdm sultana
- 4 sdm currant (beri berian :P)
- 1 sdt vanilla

Resep versi aku :
Bahan :
- 1 sachet ragi instant
- 65 ml (1/4 cup) gula
- 6 tbsp air hangat
- 6 kuning telur
- Lemon zest dari 1 buah lemon
- 1 sdt garam
- 500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
- 100 ml (6 sdm) manisan kulit jeruk
- 100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
- 4 sdm sultana
- 4 sdm kismis
- 1 sdt vanilla

Cara membuat :
  1. Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.
  2. Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
  3. Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
  4. Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
  5. Kempiskan adonan, tambahkan candied lemon peel, kismis dan sultanas kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
  6. Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar (aku pake 4 cup panettone diameter 80 mm), masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang. Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.
  7. Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
  8. Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.


Oh ya...aku gak nemu cup panettone yang besar, jadi aku pake aja cup panettone ukuran 80 mm. Lumayan lah...jadi 4 buah panettone ukuran sedang.
Hasil akhir panettone ini beda-beda tipis sama bluder karena memang menggunakan banyak telur...tapi tekstur dan rasanya lebih cenderung ke roti.


Tuk host dan admin KBB...makasiiih banyak tantangan dan logo lulusnya ya. Senang menjadi bagian dari group ini...semoga ke depannya aku bisa lebih baik lagi.

Minggu, 27 November 2011

Jalan-jalan...




Sorowako adalah wilayah kecil di Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Tenggara. Merupakan daerah terpencil yang diapit oleh pegunungan Verbeek dan dihiasi dengan pemandangan Danau Matano yang indah. Tempat dimana aku dan saudara-saudaraku lahir dan dibesarkan. Orangtuaku datang ke sini pertama kali di tahun 1973. Bahkan selama 30 puluhan tahun bapak telah mengabdi pada perusahan PT INCO berbasis penambangan nikel ini. Sampai akhirnya pensiun di tahun 2005. Merekapun kembali ke kampung halaman di Makassar.

Tapi alhamdulillah ...aku sebagai generasi kedua masih ada dan tinggal di sini. Aku sempat bekerja sebentar dan akhirnya menikah dengan hubby di tahun 2001. Nah karena aku masih tinggal di sini...keluargaku masih bisa datang kapan saja ke kampung halaman kedua kami ini. Apalagi adikku dapat jodoh orang sini. Asyik deh...

Besok, keluargaku udah mau balik lagi ke daerah tempat tinggal masing-masing. Bapak udah balik duluan ke Sulawesi Tengah kemarin. Synthia besok pulang ke Bali. Mama, Syahrul dan Hasyim ke Makassar. Hendra menyusul kemudian ke Papua. Nah karena hari ini hari terakhir...mumpung cuaca cerah aku ngajakin Synthia dan mama tuk foto-foto sekitar Sorowako. Yang lainnya jalan-jalan sendiri bareng teman-teman lama mereka. Mengenang masa lalu katanya...hehe


Aqila...ponakanku yang lincah...

Almira...yang ngegemesin!!


Mama dan Qila...


Synthia dan Mira...
Synthia n' mama. Lha aku manaaaa...!!! *balada si tukang foto*


Tiga generasi...



Bye bye sis n' mom...hope you'll be back again someday!! Have a wonderful trip tomorrow yaaa...we'll miss youuuuuu !!

Family Reunion 2011



Sorowako...diapit oleh pegunungan dan danau...


Inilah saat yang kutunggu-tunggu setelah sekian lama. Reuni keluarga. Sejujurnya, jarang sekali kami kumpul keluarga dalam keadaan lengkap. Kalo yang lain ada, akunya gak ada, kalo akunya ada...yang lain yang gak datang. Secara tinggalnya pada pencar-pencar semua. Saudaraku satu di Papua, satu di Bali, sisanya di Sulawesi walaupun nggak satu daerah. Bapakku malah di Sulawesi Tengah, mamaku di Makassar. Nah lho...kok berjauhan. Iyalah bapakku kerjanya di tengah hutan, mama mana mau ikutan. Beliau di Makassar aja menemani adik bungsuku. Walaupun lebaran...tetep susyaaaah ketemuan semua.

Nah tahun ini, dalam moment nikahan adik cowokku yang nomor 4...kami usahakan datang semua. Berhubung jodohnya dapat orang sini (notabene daerah tempat aku tinggal)...jadinya semuanya pada datang ke Sorowako. Hueeeeboooh...ruameeeee deh !


Tapi acara nikahan dan pesta gak sempat kuliput dan aku abadikan gambarnya berhubung sibuk jadi penerima tamu. Tapi acara hari ini...tamasya naik raft sambil bakar ikan, nggak akan kulewatkan tuk merekam moment-moment indahnya. Halaaaaahhh bahasane'...
lengkap niiiyyy...

Dari kiri ke kanan: Synthia (adik no 3), mama, aku, dan bapak.

me n' hubby *suit suiiittt...*


Penyamun di sarang perawan...xixixi (pertemuan 2 keluarga baru)




Waaaaah...ikannya gede-gede...wangi bakarannya gak nahaaan!!

The bride...

Ponakan dan sepupuku yang sebaya...Aqila n' Puput

Adek Almira....

My lovely angels...Iyut n' Hanif

Rabu, 23 November 2011

Panettone Bread Pudding



Panettone Bread Pudding

Panettone Bread Pudding

Kemarin habis bikin panettone masih ada sisa rotinya. Hubby nggak terlalu suka karena ada aroma citrusnya. Lebih enak roti manis biasa katanya. Kalo aku malah suka karena wangi kulit lemonnya yang bikin khas...tapi tetep aja nggak bisa ngabisin, benar-benar mengenyangkan. Anak-anak juga nggak terlalu doyan. Akhirnya aku putuskan tuk bikin bread pudding dengan menggunakan resep bread pudding Mbak Mae yang udah terbukti enaaaaknya.

Tuk resepnya aku modif dikit aja. Aku juga nggak pake au bain marie biar hasilnya lebih wangi aroma panggangan. Mbak Mae...makasiiih ya resepnya.

Bahan :
- 8 lembar/slice roti panettone
- 3 butir telur
- 75 gr gula pasir
- 250 ml fresh cream
- 250 ml susu cair
- 2 sdm butter leleh
- 1/2 sdt vanila bubuk
- 1/4 sdt garam
- kismis, sultana
- taburan kayu manis dan gula bubuk secukupnya

Cara membuat :
  1. Siapkan loyang/pinggan tahan panas ukuran 20 cm. Olesi butter.
  2. Tata roti di dalamnya lalu taburi kismis.
  3. Kocok asal rata telur, gula dan garam. Masukkan krim kental dan susu cair, serta butter leleh, aduk rata. Tambahkan vanili. Aduk rata lagi.
  4. Tuang ke atas roti yang telah ditata. Biarkan terendam dulu selama kurang lebih 30 menit.
  5. Panaskan oven dengan suhu 180 C. Taburi roti dengan kismis, gula palem dan kayu manis. Panggang selama kurang lebih 30 menit.
  6. Puding nikmat di santap hangat maupun dingin. Bisa disajikan dengan saus favorit atau whip cream.

Senin, 21 November 2011

Sus Jepang

Sus Jepang

Lagi bereksperimen dengan greentea, hari ini aku bikin sus jepang. Ke dalam adonan toppingnya aku tambahkan sedikit greentea. Hasilnya...rasa dan warnanya cantik, apalagi kalo dimakan masih anget-anget, crunchy toppingnya bener-bener mantap...kekurangannya kalo dah dingin udah nggak krispy lagi, mungkin pengaruh dari isiannya yang lembab ya...tapi pokoe enaklaaaahhh...

Resep sus jepang Pak Sahak ini udah aku pernah posting di sini. Untuk topping greentea tinggal tambahkan sedikit bubuk greentea tuk baking yaa...

Sus Jepang

Jumat, 11 November 2011

Kue Biji Nangka

Kue Biji Nangka

Kue Biji Nangka


Kue ini adalah jajanan khas dari daerah Sulawesi Selatan tepatnya Makassar. Disebut biji nangka karena bentuknya yang memang seperti biji nangka. Jarang ditemukan di toko kue ataupun di tempat jajanan khas karena kue ini hanya disajikan apabila ada acara adat. Contohnya adalah acara perkawinan. Syarat kue yang disajikan pada acara ini adalah rasa yang super manis dan mengandung banyak telur. Adapun filosofi kue yang berasa manis adalah diharapkan kehidupan perkawinan yang akan dijalani berbuah manis pula. Ciiieeee...ternyata kue juga bisa sarat makna yaaa...

Kue ini aku ikutkan dalam Indonesian Food Blogger Challenge #2 dengan tema Indonesian Snack. Nah teman-teman...mari kita populerkan kembali jajanan tradisional Indonesia yang beragam jenisnya...



Resepnya di bawah ini yaaa...

Bahan biji nangka :
- 250 gr kentang kukus yang dihaluskan menggunakan ulek atau bawah gelas (jangan pake blender)
- 50 gr kenari cincang halus

- 100 gr gula pasir

- 1/8 sdt garam


Bahan baluran :
- 3 butir kuning telur, aduk asal rata


Bahan kuah :
- 500 ml air

- 400 gr gula pasir

- 1 sdt air jeruk nipis


Cara membuat :
  1. Campur kentang, kenari, gula dan garam. Aduk rata. Masak di atas kompor sampai adonan benar-benar kalis agar pada saat dipulung tidak gampang hancur. Dinginkan.
  2. Pulung (sambil dipadatkan) adonan sebesar biji nangka. Selesaikan semua hingga adonan habis.
  3. Masak air dan gula sampai mendidih. Kecilkan api, air gula tidak boleh mendidih ketika dimasukkan. Tambahkan air jeruk nipis. Masak terus hingga air gula agak kental. Ambil sebagian air gula, sisihkan untuk siraman kue nanti.
  4. Masukkan biji nangka dalam kuning telur. Balur dengan kuning telur hingga rata. Masukkan perlahan ke dalam air gula (menggunakan tusuk gigi agar telur tetap menempel). Siram perlahan adonan kentang dengan air gula panas sampai kuning telur melekat pada biji nangka. Angkat. Catatan: jangan terlalu lama di dalam air gula karena adonan kentang akan hancur.
  5. Setelah semua adonan kentang selesai, beri air gula yang disisihkan tadi. Simpan dalam lemari pendingin.
  6. Biji nangka siap disajikan.

Kamis, 10 November 2011

Kue Nona Manis



Kue Nona Manis

Kenapa banyak kue kue khas daerah memakai nama yang melambangkan kecantikan wanita??? yaaa karena mungkin yang bikinnya juga wanita, jadi harus narcis dooong...hehehe. Contohnya ya ada putri ayu, cantik manis, nona manis, putri mandi, putri salju dan masih banyak lagi...

Coba bayangkan kalo nama kuenya pangeran tampan, cowok ganteng...nyambung nggak?? kebayang nggak keindahan kuenya?? ya enggakkklaaaah...wkwkwkwk

Nah kali ini aku bikin kue nona manis...soalnya udah lama aku nggak ngisi postingan jajanan tradisional. Sekalian promosi daerah sendiri...apalagi memang jajan ini jarang dikenal di luar Sulawesi. Kue ini bertekstur lembut, ciri khas kue talam Indonesia. Tapi lebih lembut lagi karena dalam adonannya mengandung telur dan dikocok seperti membuat bolu. Ditambah lagi bau wangi dari pandan. Terdiri dari dua bagian, yang hijau berasa manis gurih pandan, sedangkan yang putih berasa gurihnya santan...



Resepnya menggunakan resep warisan mama, pake takaran cangkir teh yaaa...

Bahan I :
- 3 butir telur ayam
- 1 cangkir gula pasir
- 2 cangkir santan
- 2 cangkir terigu

Bahan II :
- 2 cangkir santan suji ( santan yg diblender bersama pandan dan suji)
- 1/2 cangkir gula pasir
- 1/2 cangkir maizena
- 1/2 sdt garam

Bahan III :
- 2 cangkir santan kental
- 2 sdm gula pasir
- 2 sdm terigu
- 1/2 sdt garam

Cara membuat :

  1. Bahan I : kocok telur dan gula sampai mengembang. Turunkan kecepatan mixer, masukkan terigu, kocok rata. Tuang santan lalu aduk sampai rata.
  2. Bahan II : campur santan suji, gula pasir dan maizena. MAsak di atas kompor sambil diaduk terus sampai meletup-letup. Angkat.
  3. Campurkan adonan I dan II. Gunakan mixer hingga tercampur rata. Sisihkan.
  4. Panaskan dandang unuk mengukus.
  5. Bahan III : campur santan kental, gula, terigu dan garam. Aduk hingga rata dan tidak bergerindil. Masak sambil diaduk terus agar santan tidak pecah. Setelah menidih angkat segera dari kompor.
  6. Siapkan cetakan cucing yang sudah diolesi minyak. Tuang adonan pandan hingga hampir penuh. Beri tengahnya adonan santan menggunakan sendok. Kukus selama kurang lebih 7 - 10 menit (tergantung besar kecilnya cucing) dengan panas sedang.
  7. Angkat dari kukusan. Rendam di dalam talam berisi air biasa agar mudah dilepaskan. Biarkan sebentar.
  8. Kikis sedikit sekeliling cucing menggunakan sendok atau pisau lalu balikkan kue di atas telapak tangan. Segera letakkan di piring. Semua dilakukan dalam keadaan cepat agar adonan santan yang di tengah tidak beleber di tangan.


Related Posts with Thumbnails