Sabtu, 30 Juli 2011

KBB #24 : Rich Chocolate Tart





Asyiiik...akhirnya tiba juga hari ini. Dapat email dari host KBB kalo kita udah boleh publish tantangan ke 24 KBB : Rich Chocolate Tarts.

Alhamdulillah...pengerjaan tantangan kali ini nggak ada kesulitan yang berarti. Selain itu aku juga udah beberapa kali bikin pie cokelat ini sebelumnya. Jadi lumayan terbantulah dengan pengalaman yang kemarin marin.

Tekstur dan rasa fillingnya memang bener rich. Dibanding buatanku sebelumnya resep ini yang paling enak. Tapi menurutku kulitnya terlalu banyak butternya. Karena biasa aku bikin perbandingannya 1:2 dengan tepung. Hasilnya kulitnya kayak kukis...dan teksturnya sangat beremah. Tapi secara keseluruhan...hasilnya memuaskan.





Gambar di atas aku ambil beberapa saat setelah keluar dari oven. Seakaan-akan pie ini kurang nyokelat aku tambahkan siraman ganache lagi. Padahal aku cuma mencari hasil akhir yaitu permukaan pie yang licin. Aku biarkan sebentar lalu aku foto. Soalnya ngejar waktu. Kalo kesorean bisa dijamin hasil fotonya kurang memuaskan...jadi kelihatan ganachenya belum set dan masih meleh-leleh. Di bawah ini gambar setelah 1 hari di kulkas. Toppingnya udah benear-benar set.


Resepnya aku copy dari KBB ya :

KBB#24: Rich Chocolate Tart
Sumber: Best Food: Desserts. The Australian Women Weekly.
Untuk 10 porsi

Pastry
- 185g tepung terigu
- 25g coklat bubuk
- 55g icing sugar mixture
- 150g mentega dingin, cincang
- 2 kuning telur
- 1 sdt air dingin

Campur tepung, bubuk coklat, gula dan mentega di dalam mangkuk FP, lalu proses hingga tercampur rata. Masukkan kuning telur dan air, proses lagi hingga menggumpal. Uleni adonan hingga lembut. Tutup menggunakan plastik, dinginkan di kulkas selama 30 menit.

Panaskan oven, suhu sedang (moderate).

Giling adonan pastry hingga cukup lebar untuk memuat loyang tart bongkar pasang ukuran 24cm yang sudah diolesi mentega hingga ke sisi2nya. Letakkan pastry ke dalam loyang, tekan-tekan ke sisi-sisinya, lalu ratakan pinggirannya. Tutup, dinginkan di kulkas selama 30 menit.

Tutup pastry dengan baking paper, isi dengan kacang2an kering atau beras, letakkan di atas loyang oven. Panggang tanpa ditutup selama 15 menit. Keluarkan kertas dan kacang2an/beras, panggang lagi 10 menit hingga sedang kecoklatan. Dinginkan.

Chocolate Filling
- 4 kuning telur
- 2 butir telur
- 55g gula caster
- 80ml krim kental
- 300 DCC, lelehkan
- 1 sdt ekstrak vanilla (aku ganti vanilla pod)

Buatlah pastry, lalu turunkan panas oven hingga suhu rendah (moderately slow).

Kocok kuning telur, telur dan gula caster di dalam mangkuk kecil dengan mixer hingga kental dan creamy. Masukkan krim, coklat dan ekstrak. Tuang adonan coklat ke dalam pastry yang sudah dipanggang. Panggang selama 30 menit atau hingga filling matang/set. Dinginkan selama 10 menit. Jika suka taburi dengan ekstra coklat bubuk, hidangkan.



Di atas adalah step by step pembuatan kulit pie...


Di atas adalah step by step pembuatan filling...dan hasilnya adalah di bawah ini. Karena loyangku cuma berdiameter 20 cm maka adonan yang sisa aku isikan ke cetakan pie mini.



Finally, ucapan terimakasih untuk duo host Ade Sri dan Rita Desy yang sudah bersibuk-sibuk ria nongkrongin dan mengolah laporan kita. Makasih juga buat Mbak Arfi...yang walaupun masih dalam suasana berduka masih tetap terus updated kabar terbaru... makasih mbak untuk challengenya, bener-bener menggali kemampuan kita dalam menghasilkan karya yang terbaik.

Jumat, 29 Juli 2011

Mini Fruit Tarts


Kapan ya di tempatku ada bluberry segarrr??? Udah lama pingin nyicip rasa asli blueberry segar*penasaran*. Biasanya cuman dapat selai atau kalengannya yang berbentuk pie filling. Karena mau mengolah blueberri segar dalam tarlet/pie tapi nggak ada buahnya, jadi aku bikin aja dengan buah yang mirip bentuknya yaitu anggur hitam. Warnanya gelap, bentuknya tidak terlalu lonjong dan imut deh pokoknya. Resep tetap pake resep yang lama. Baik kulit pie maupun vlanya. Atasnya dikasih buah favorit dan diberi ayakan gula halus. Cantik juga kok...^^



Tarlet aku cetak dalam cetakan muffin. Dipanggang sampai kuning kecoklatan dengan panas oven 180 C. Setelah dingin, diberi vla lalu dihias dengan buah segar atau fruit cocktail sesuai selera.

Rabu, 27 Juli 2011

Windmill and Cream Horn Pastry




Huaaaaah....what a day !! capek buanget nget. Setengah hari berkutat di dapur bikin pastry. Lumayan makan waktu ya...soalnya keluar masuk kulkas sampe 3x. Tangannya juga lumayan gempor dipake menggilas adonan berulang ulang. Harus pake tenaga dalam nih...hehe. Sorenya aku bantuin teman bungkusin kuah cuko empek2 sebanyak 200 bungkus untuk bazar besok.

Tutorial cara membentuknya silahkan lihat di Joe Pastry. Di situ semua jenis pastry you can imagine ada dan lengkap dengan step by stepnya. Cuma yang aku contoh modelnya dia pake resep danish pastry sedangkan aku pake resep puff pastryku. Gak papa kan? bagus juga hasilnya...tapi lain kali aku mau coba resep puff pastrynya yang pake full butter. Untuk sementara aku masih pake pastry margarin yang jelas-jelas kalah rasa dan aroma dibanding butter.

Untuk step by step pembuatan adonan kulitnya di bawah ini. Semoga uraianku tidak membingungkan yaa...

Setelah adonan diistirahatkan di kulkas, mulailah menggiling di atas tempat yang sudah ditaburi tepung. Giling memanjang.

Oles 2/3 bagian adonan dengan pastry margarin/korsvet/butter beku. Sisakan space sekitar 1 1/2 cm di sisi sisinya kosong, agar korsvet tidak mudah bocor ke samping. Lipat bagian yang tidak terkena korsvet ke tengah. Bersihkan tepung yang menempel dipermukaan.

Lipat lagi sisa adonan ke tengah menutupi bagian yang plain (lipatan single). Balik adonan. Bagian yang menutup seperti buku selalu menghadap ke arah kita. Selalu bersihkan tepung yang ada di permukaan adonan.

Giling lagi dan lipat dengan lipatan single. Ulangi proses ini 2x lagi.


Lipatan terakhir akan menghasilkan layer yang banyak dan tipis seperti gambar di atas.

Selasa, 26 Juli 2011

Pukis Tape


Hari ini bikin kue pukis tape. Tampangnya mirip-mirip dengan bika ambon yang kemarin aku bikin ya...? karena memang aku menggunakan 2 cetakan. Satu cetakan pukis dan satunya cetakan carabikang. Bedanya pukis ini sama sekali nggak bersarang dalamnya. Beda dengan bika. Tapi dua-duanya hasilnya imut dan cantik. Teksturnya juga lembut karena cairannya aku tambahkan sedikit. Lumayan buat bekal sekolah anak-anak...! Resep aku modifikasi dari Majalah Sedap.

Bahan :
- 1 sdt ragi instan
- 1/4 sdt gula pasir
- 50 ml air hangat
- 2 butir telur
- 50 gr gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 120 gr tepung terigu protein sedang
- 100 gr tape singkong, haluskan
- 100 ml santan hangat (aku pake 120 ml)
- 1 sdm margarin leleh
- kenari dan keju untuk taburan

Cara membuat :
  1. Aduk rata ragi instan, gula pasir, dan air hangat. Diamkan 15 menit.
  2. Kocok gula, telur, dan garam sampai mengembang. Tambahkan terigu, aduk rata.
  3. Tambahkan larutan ragi instan dan tape singkong. Aduk rata. Tuang santan hangat dan margarin sedikit-sedikit sambil diaduk rata. Diamkan 30 menit.
  4. Panaskan cetakan pukis atau carabikang yang dioles tipis margarin (menggunakan tisue) dengan api sedang. Tunggu hingga panas. Tuang adonan 3/4 tinggi cetakan. Biarkan gelembungnya bermunculan. Beri potongan keju slice atau potongan kenari. Tutup dan biarkan sampai matang.


Yang sebelah kiri menggunakan cetakan pukis, dan yang kanan cetakan carabikang mini. Imut-imut...sekali masuk mulut...hehe

Senin, 25 Juli 2011

Holiday Projects















17 Juni 2011 : memancing burung
Harusnya posting ini udah lama aku tulis. Berhubung ada satu project yang belum selesai akhirnya aku tunda-tunda. Tapi kalau mau ditunggu ngga tau juga kapan selesainya.
Pasti bingung kan??? hahaha iyalah. Liburan panjang kemarin kan kami sekeluarga nggak kemana mana. Jadi harus cari cara biar anak-anak nggak bosan. Biasanya kami menghabiskan waktu di danau tuk berenang dan bermain pasir, tapi berhubung anak-anak pada batuk pilek...kita di rumah ajalah tapi cari permainan yang menarik.

Nah salah satu projectnya adalah...mendokumentasikan burung liar besar yang biasa terbang di atas rumah. Kita cari-cari cara supaya burungnya mau turun dan singgah ke halaman. Akhirnya setelah berembuk *cieee* kita (aku dan anak-anak) memutuskan untuk menjadikan ikan lele hidup sebagai umpan. Apakah dia akan tergoda??? kita lihat aja nanti.
Ikannya kita taruh di ember besar dan di halaman terbuka dengan harapan burung yang lewat nanti akan melihatnya. Kata kakak "pasti lihat bu kan matanya burung elang dan rajawali tajam sekali...". Eeeeh di luar dugaan ikan lele umpannya lompat ke tanah dan mulai merayap di rumput...dan tepat saat itu juga si burung lewat. Langsung deh kita pada berlarian ke dalam rumah tuk bersembunyi. Dari balik jendela kamar kita bertiga mengintip dan harap-harap cemas agar si burung mau singgah.

Pertama burungnya singgah dulu di pohon besar dekat rumah, habis itu singgah di pohon mangga di halaman rumah habis itu turun ke pohon jambu yang paling rendah. Setelah memastikan tidak ada gangguan si burung langsung turun ke tanah dan menyambar ikan. Tapi sebelum terbang dia tiba-tiba melihat ke arah kita yang bersesak-sesakan di jendela...hihi. Emang minta difoto kali ya....bergaya dulu sebelum lepas landas.



Alhamdulillah hari itu anak-anak senang sekali. Bener-bener worth it ! mulai pagi-pagi bareng anak-anak ke pasar cari ikan hidup tuk umpan. Siangnya...si burung *ngga tau nih elang ato apa ya* sudah berhasil melahap umpannya. Okeyyy...first project done !!


21 Juni 2011 : camping

Project hari ini adalah camping di halaman rumah. Anak-anak dari pagi sudah bersemangat. Sebelum berangkat kerja, hubby cari lokasi yang cocok dan mulai memasang tenda. Yang nggak terlalu panas...alias di bawah pohon aja.


Hihihi...si adek langsung ambil posisi. "Foto aku bu...!" memang anakku yang kedua ini minatnya agak beda dengan kakaknya. Kalo kakak suka baca dan permainan yang melibatkan otak, adiknya suka permainan alam dan yang melibatkan fisik. Suka menggambar, bantu ibu di dapur...dst dst ...


Baru sebentar saja aku tinggal, pas datang lagi tuk melihat apa yang dikerjakan anak-anak...weleh-weleh...semua isi kamarnya sudah berpindah ke dalam tenda. Bener-bener nih bocah... . Kebetulan ibu habis bikin kue.."anak-anak snack time....!"


22 Juni 2011

Hari ini anak-anak masih main di tenda. Palingan kalo bosan *yang paling sering sih kakak* masuk ke dalam rumah dan menonton TV....
Tiba-tiba air rintik-rintik mulai berjatuhan dari langit. "Waaa...hujaaaaannnn, asyiikkk!" teriak si adek. karena ingin merasakan pengalaman berkemah sambil hujan-hujanan...masuklah kita bertiga di dalam tenda. "Gimana dek...asyik nggak?" tiba tiba setelah sekitar 15 menit di dalam tenda...terasa rembesan air dari sudut tenda. Waaahhh bocooooor...! si adek langsung meluncur ke dalam rumah mengambil lap...dan lansung membersihkan bagian yang basah. "Udahlah dek, rembesan air itu nggak ada abisnya, nanti kalo hujan berhenti baru deh berhenti juga." "Nggak papa bu, aku suka ngelap kok..." yah udahlah memang dia menikmati...lihat aja gambar di bawah...

Akhirnya hujannya reda juga. Aku segera melanjutkan pekerjaan rumah tangga, dan anak-anak melanjutkan bermainnya. Heraaaan deh...setiap aku cek *ngintip dari balik jendela rumah* ada saja barang-barang yang berpindah keluar. Keset lah, kursi lah, ember dengan airnya...*katanya buat cuci kaki...biar tendanya nggak kotor, hehe*



Ini, kakak lagi ngapain yah...*bingung*...payung-payung udah pada keluar...


Walaupun bukan camping beneran alias nggak bermalam di dalam tenda,...tapi cukuplah untuk memuaskan jiwa petualang anak-anak. Pernah sih bermalam di tenda cuman 1 hari. Mereka senang dan masih mau menginap lagi...tapi aku dan hubby nggak bolehin. Tendanya kan kecil...cuman muat buat 2 orang kalo posisi tidur...jadi nggak mungkin aku temani bermalam di tenda. Di sini walaupun daerahnya cukup aman, tapi masih sering berkeliaran binatang-binatang liar. Yang paling aku kawatirkan adalah ular dan babi hutan. Belum lagi lipan, cacing, semut dan sebagainya. Hasilnya...pada saat anak-anak tidur dengan nyenyaknya di tenda...eeeh akunya yang gak bisa bobo. Malah dapat kerjaan baru...sebentar-sebentar keluar rumah buat ngecek anak-anak. Malam yang melelahkan...!
Project number 2 done....!

05 Juli 2011 : Visiting Nursery

Anak-anak senang sekali...karena ada omnya datang berkunjung, maunya nempeeeel aja terus sama Om Ruli. Hari ini kita rame-rame ke nursery. Tempat pembibitan tanaman dan pemeliharaan anoa (binatang khas Sulawesi Selatan) dan rusa. Oh iya dan ngga lupa ada 'mining park'nya juga. Di situ ada alat-alat (mining) besar yang nangkring....

Lihat si adek...senangnya bermain air. Kebetulan waktu itu alat penyiram tanaman secara otomatis baru bekerja. Basahh deh...



Okeeeey...we're having a great time. Project number 3 done !



09 Juli 2011
: Making Cookies

Hari ini kita mau bikin kukis hias glasur. Resepnya yang simpel aja. Kukis lemon poppyseed.

Adek sementara mixer adonan. Abis itu masukin tepung...kakaknya yang ngaduk.

Kakak menggiling adonan dan sama-sama nyetakin pake cutter.

Mimiknya adek serius sekaliii bo'...ngoles-ngolesin telur dan masukin ke oven.

Setelah matang, dihias dengan glazur. Dan hasilnya....taraaaaa! Yah dibandingkan dengan hasil karya anak perempuan ya kalah cantiklah. Tapi lumayan usahanya...yang penting happy!


Project number 4 done!
Lanjut project berikutnya. Siangnya kita rame-rame cari ulat di pohon jeruk belakang rumah. Hasilnya dapat 3 ekor *emang ulat ada ekornya ya ? *. Kita masukin dalam kotak sepatu yang depannya dibolongin, dikasih plastik cling wrap dan dilubangin dikit buat udara. Niatnya kita mau lihat proses metamorsfosis kupu-kupu.

Berikutnya lama nih prosesnya...harus dicek setiap hari.


07 - 22 Juli 2011 : Metamorfosis Kupu-kupu




Karena pada saat ditaruh di kotak sepatu dan ditempatkan di teras rumah ulat2nya menari-nari digigitin semut. Akhirnya aku pindahin lagi balik ke pohonnya. Kan gerak ulat lambat tuh, jadi tetap bisa dimonitor tiap hari...walaupun kadang kehilangan jejak karena warna ulat dan pohonnya sama...xixixi.

Dibanding kemarin-kemarin...ya sekarang udah lumayan besar ukurannya. Kulitnya juga tidak selicin seperti waktu pertama kali kita temukan.


Nah...ini udan besar sekali. Kelihatan jelas kaki-kakinya berpegangan di pohon. Bayangkan kalo menjalar di tubuh kita....yyaaaiiits...geli deh !!


Pemonitoran ini berlangsung setiap hari. Setiap hari anak-anak pulang sekolah singgah dulu melihat ada nggak perkembangan yang berarti sama ulat bulu peliharaannya *apa siih*. Tapi foto yang aku ambil adalah foto perkembangan ulatnya yang nyata. Jadi nggak tiap hari difoto. Kalo berubah aja...ini berlangsung sekitar hampir sebulan.

Kayaknya ulatnya udah mulai ambil posisi nih.




Kedua foto berturut-turut di atas adalah perubahan yang terjadi dalam 1 hari. Dari ulat dan menjadi kepompong. Hanya dengan sehelai benang yang halus ulat ini bergantung. Hebat ya...maha suci Allah yang telah menciptakan.

Nah project ini belum selesai...masih tunggu kepompongnya berubah jadi kupu-kupu. Jadi tunggu cerita selanjutnya ya...project number 5 still in progress!

11 Agustus 2011
Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu datang. Walaupun aku nggak lihat pas kupu-kupunya berusaha keluar dari kepompongnya tapi setidaknya aku masih sempat melihat lepas landasnya yang pertama.


Lihat itu bekas kepompong yang udah kosong di sebelah kirinya. Kupu-kupunya lagi menyiapkan tenaga agar sayapnya kuat untuk terbang. Walaupun aku mondar mandir di belakangnya dia ngga juga terbang karena memang belum siap. Ini pertama kali aku dapati pagi-pagi sebelum mengantar anak-anak ke sekolah. Iseng-iseng aku cek ternyata kupunya dah keluar...anak-anak berteriak kegirangan tapi cuman bisa lihat sebentar karena mau berangkat sekolah.

Sudah mulai mengembangkan sedikit sayapnya.


Tepat jam 2 siang...layarnya sudah terkebang lebar *capek juga bolak-balik rumah halaman hanya tuk melihat kupu-kupu...hehe*. Tapi worth it selama ini penantiannya. Kupu-kupunya cantik dan sama sekali gak memiliki warna dari ulat yang kemarin.


Akhirnya sebelum kameraku siap...eeeh kupu-kupunya udah terbang duluan. Ya wes lah, yang penting sempat dapat fotonya dari jauh...bye..bye...butterfly...!

Okey...akhirnya proyek terakhir selesai...!
Related Posts with Thumbnails